Bawaslu Hentikan Kasus Pose Dua Jari Anies Baswedan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 20:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 11 605 2003319 bawaslu-hentikan-kasus-pose-dua-jari-anies-baswedan-eOOgrfMXua.jpeg Anies Baswedan berpose dua jari

JAKARTA - Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah mengatakan, pihaknya mengehntikan kasus dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Sebab, berdasarkan hasil klarifikasi, tak ada yang membuktikan Anies terbukti bersalah.

"Berdasarkan hasil klarifikasi, baik keterangan pelapor maupun terlapor dan saksi-saksi, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa terlapor ini telah membuat keputusan yang menguntungkan atau merugikan, jadi unsurnya tidak memenuhi," kata Irvan saat dihubungi, Jumat (11/1/2019).

(Baca Juga: Pemilu Harus Dibawa Santai untuk Membangkitkan Optimisme)

Seperti diketahui, Anies berpose dua jari setelah menyampaikan pidato di depan kader Partai Gerindra saat Rakornas beberapa waktu lalu di Sentul, Bogor. Ia turut mendoakan pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa meraih kemenangan di Pilpres 2019.

Akibatnya, orang nomor satu di Ibu Kota itu dilaporkan Presidium Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) ke Bawaslu.

Irvan menjelaskan, pihaknya tak bisa menjerat Anies dengan Pasal 547 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Karena kehadiran eks Mendikbud di sana bukan dalam acara kampanye capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandi Uno.

"Kegiatan itu adalah rapat internal partai Gerindra yang rutin dilakukan setiap tahun jadi bukan menghadiri kampanye," kata Irvan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini