Prabowo-Sandi Ubah Visi Misi, PSI Ibaratkan Sopir Ubah Jalur di Tengah Jalan

CDB Yudistira, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 23:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 605 2003384 prabowo-sandi-ubah-visi-misi-psi-ibaratkan-sopir-ubah-jalur-di-tengah-jalan-EjgQKRBc2f.jpg Ketum PSI Grace Natalie. (Foto : Ist)

BANDUNG – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, terkejut dengan keputusan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang ingin mengubah visi dan misi dalam kontestasi Pilpres 2019.

Ia pun mengibaratkan pengubahan visi-misi itu bagaikan sopir atau kondektur bus, yang tiba-tiba mengubah rute di tengah perjalanan.

loading...

"Mohon maaf ada sedikit perubahan, bus ini tidak jadi ke Bandung. Kita akan ke Bukittinggi,” kata Grace melalui pidato politiknya di Festival 11 yang berjudul Politik Akal Sehat, Politik Akal Muda, di Festival 11 Bandung yang bertempat di Trans Convention Centre, pada Jumat, (11/1/ 2019).

Sebagaimana diketahui, BPN Prabowo-Sandiaga ingin mengubah visi misi. Namun, ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU) lantaran sudah melewati batas waktu yang ditentukan.

Perubahan terjadi pada slogan yang sebelumnya, terdapat kata “Empat Pilar Menyejahterakan Indonesia” dihilangkan, dan diganti dengan “Indonesia Menang”.

Prabowo-Sandiaga Gelar Konferensi Pers Bahas Isu Politik dan Ekonomi

Kemudian, perubahan dalam visi yang lebih pendek. Jika salinan sebelumnya visi tertulis “Terwujudnya bangsa dan negara Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, relijius, berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antarwarga negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial dan rasnya berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara.”

(Baca Juga : Ubah Visi Misi, TKN Jokowi: Sebaiknya Prabowo Kibarkan Bendera Putih)

Dalam visi yang baru kalimat menjadi lebih pendek. “Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, relijius, dan bermartabat dalam bingkai persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945."

(Baca Juga : Grace Natalie Mengenang Orde Baru: Mengatakan Benar Saja Dipenjara)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini