Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aksi Bongkar Makam karena Beda Pilihan Caleg di Gorontalo Menuai Keprihatinan Publik

Aksi Bongkar Makam karena Beda Pilihan Caleg di Gorontalo Menuai Keprihatinan Publik
Prosesi pemindahan makam di Gorontalo (Jufri/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Pembongkaran dan pemindahan dua makam gara-gara perbedaan pilihan politik di Dusun II, Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, menuai keprihatinan publik. Ini harus menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi elite politik.

Pengamat sosial dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Yosafat Hermawan Trinugroho mengatakan, peristiwa yang terjadi di Gorontalo tersebut sebagai “fenomena yang memprihatinkan.”

“Politik seolah telah kehilangan makna dasarnya yaitu bagaimana kita seharusnya mengelola hidup bersama tanpa harus kehilangan kemanusiaan kita,” kata Yosafat kepada Okezone, Sabtu (12/1/2019).

Berbeda pandangan dan sikap politik seharusnya bukan menjadi alasan untuk saling mengeksklusi dan melakukan tindak kekerasan satu sama lain.

“Mungkin ini jadi salah satu PR besar para elite politik kita saat ini, untuk terus melakukan pendidikan politik yg semakin mendewasakan di tingkat bawah,” ujarnya.

Pembongkaran makam di Gorontalo (Jufri/Okezone)

Dua makam yang dibongkar di Dusun II adalah milik Masri Dunggio yang sudah dikubur 26 tahun lamanya. Kemudian makam Siti Aisyah Hamsah yang baru berumur satu tahun. Keduanya adalah kakek dan cucu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement