Kerap Unggul di Hasil Survei, Jokowi-Ma'ruf Fokus Rebut Swing Voter

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 13 Januari 2019 07:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 13 605 2003715 kerap-unggul-di-hasil-survei-jokowi-ma-ruf-fokus-rebut-swing-voter-Jan5Vo7Ag9.jpg (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA - Alvara Research Center merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan petahana unggul dengan elektabilitas 54,3 persen dibandingkan Prabowo-Sandiaga yang meraih 35,1 persen.

Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago mengatakan, saat ini masing-masing calon telah memiliki pendukung fanatik. Untuk itu, yang perlu direbut adalah mereka yang belum menentukan pilihan atau swing voter.

"Sekarang swing voter-nya (di Alvara) berapa kalau Jokowi 54,3 (persen) Prabowo 35,1 (persen) ditambah jadi total ada 89,4 persen berarti masih sisa 10,6 persen. Kalaupun dia (Prabowo) dapat 10,6 persen, berapa dapetnya (Jokowi) 54,3 persen ya sudah berarti masih menang Jokowi," kata Irma saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu, (12/1/2019).

Meski begitu Irma enggan jumawa dengan adanya hasil survei yang ada. Sebab apapun bisa saja terjadi mengingat masih ada waktu sebelum nantinya rakyat benar-benar menentukan pilihannya.

Irma Suryani Chaniago

"Kami tidak mau mendahului Tuhan. Kita hanya jadikan survei sebagai dasar pijakan, kita enggak mau klaim-klaimlah kita tetap bekerja sesuai dengan tugas kita untuk rakyat. Jadi, kita terus bekerja semaksimal mungkin," tuturnya.

Meski sejumlah lembaga survei telah merilis hasilnya dan menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf akan menang dalam elektabilitas, pihaknya tidak mau puas terlebih dahulu dengan melakukan kerja yang nyata untuk meraih dukungan dari masyarakat.

(Baca Juga : Hadiri Deklarasi Dukungan Alumni UI, Jokowi Cerita Perjalanan Politiknya)

"Jadi kita enggak pernah merasa puas, merasa lebih hebat. Kita ingin katakan, kita bekerja. Kalau orang lain hanya melakukan kritik tidak melakukan hal yang dekonstruktif. Kami konstruktif," tuturnya.

(Baca Juga :  BPN Klaim Selisih Elektabilitas Jokowi-Prabowo Hanya 6 Persen)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini