nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bendahara PSSI Diperiksa Polisi Terkait Mafia Bola

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 13:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 337 2004129 bendahara-pssi-diperiksa-polisi-terkait-mafia-bola-Xp3fTsoFK0.jpg Kombes Argo Yuwono. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Bendahara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Berlington Siahaan, menjalani pemeriksaan penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola.

"Iya, sedang menjalani pemeriksaan," kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Argo Yuwono saat dihubungi, Jakarta, Senin (14/1/2019).

loading...

Berlington yang juga menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru ini telah hadir ke Polda Metro Jaya didampingi penasehat hukumnya.

"Datang bersama pengacarnya dari Biro Hukum PSSI," tutur Argo.

Sebelumnya, Berlington diagendakan diperiksa terkait kasus dugaan pengaturan skor pada Selasa, 8 Januari 2019. Namun, ia meminta pemanggilannya dijadwalkan ulang karena sedang ada kesibukan lain.

Satgas Antimafia Bola Mabes Polri Menangkap Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng terkait Dugaan Pengaturan Skor Pertandingan Sepakbola (foto: Istimewa)

"Kepada Polda Metro Jaya untuk meminta reschedule karena yang bersangkutan ada di Australia, minta di-reschedule minggu depan, tanggal 14 (Januari-red)," papar Argo.

Sejauh ini polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor. Mereka adalah mantan Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari yang merupakan wasit futsal.

(Baca Juga : Ada Agenda Lain, Sekjen PSSI Batal Diperiksa Satgas Antimafia Bola)

Keempat tersangka itu dijerat dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana suap dan atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

(Baca Juga : Wasit Nurul Safarid Ditangkap, Diduga Terima Rp45 Juta untuk Atur Skor Persibara Vs PSS)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini