JAKARTA - Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengatakan, penemuan black box atau kotam hitam berjenis CVR Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 610 hanya berjarak 10 meter dari ditemukannya FDR beberapa waktu lalu.
"Jadi ini penemuannya tidak jauh masih dalam radius tempatnya kita yang lalu pernah mencari waktu penemuan FDR. Masih dalam satu lokasi radius kurang lebih sekira 10 meteran," kata Yudo di atas Kapal Spica, Senin (14/1/2019).
(Baca juga: CVR Lion Air Ditemukan di Timbunan Lumpur Sedalam 8 Meter)
Jenderal bintang dua itu menerangkan, lebih susah menemukan CVR lantaran kondisi barangnya itu sudah berada di dalam lumpur. Hal itu berbeda dengan lokasi FDR yang masih ada di atas permukaan tanah.
"Karena sudah masuk ke dalam lumpur. Kalau yang lalu tidak begitu di dalam lumpur. Ini kan udah masuk di dalam lumpur," ujarnya.
(Baca juga: KNKT: Baterai CVR Lion Air Terlepas dari Perangkat Aslinya)
Lebih lanjut ia menjelaskan, CVR ditemukan pada kedalaman 30 meter di bawah laut. "Kedalaman 30 meter dan di bawah lumpur hanya 20 cm dari lumpur," kata dia.
Proses pencarian ini berawal dari diperolehnya suara ping atau sinyal CVR Lion Air itu yang masih terdengar setelah 73 hari dari peristiwa jatuhnya pesawat yang mengangkut 178 penumpang dan lima kru pesawat tersebut.

(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.