CVR merupakan bagian kotak hitam yang memiliki fungsi percakapan antara awak pesawat dan suara lain dalam kokpit. Mikrofon di area kokpit biasanya terletak di panel atas antara pilot dan kopilot. CVR sendiri terbuat dari material titanium atau baja tahan karat berlapis sehingga mampu bertahan di suhu tinggi hingga 1.000 derajat celsius. Selain itu, CVR juga mampu menahan tekanan hingga 2 ton.
Tidak hanya percakapan, CVR juga merekam berbagai suara yang ada di dalam kokpit, seperti suara pembicaraan pilot dan kopilot, pilot dengan kru pesawat, mesin, peringatan bahaya, dan bunyi lain. Dari semua suara terekam itulah yang nantinya digunakan oleh tim penyidik untuk menentukan apa penyebab terjadinya kecelekaaan pesawat.
CVR sendiri memiliki fitur underwater locater beacon (ULB) yang dapat memancarkan sinyal "Ping" dan mampu bekerja di kedalaman 6.000 meter selama tiga bulan. Sementara untuk rekamannya sendiri hanya mampu bertahan dua bulan.
Di dalam data CVR sendiri sifatnya sensitif sehingga ketika akan membukanya harus dilakukan oleh ahlinya. Untuk membukanya dilakukan oleh National Transportation Safety Board (NTSBA), Federal Aviation Administration (FAA), operator pesawat, pembuat pesawat, pembuat mesin, dan persatuan pilot.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.