nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demonstrasi Kenaikan Bahan Bakar Buat Zimbabwe Lumpuh

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 17:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 15 18 2004846 demonstrasi-kenaikan-bahan-bakar-buat-zimbabwe-lumpuh-mrOJ1UQ85N.jpg Foto: Reuters.

HARARE – Sejumlah orang tewas terbunuh dan lebih dari 200 lainnya ditangkap dalam demonstrasi yang terjadi di Zimbabwe pada Senin, 15 Januari. Demonstrasi itu terjadi hanya dua hari setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam upaya mengatasi krisis ekonomi terburuk yang terjadi di negara itu.

Polisi menembakkan gas air mata di Ibu Kota Harare dan Kota Bulawayo di mana pengunjuk rasa memblokade jalan, membakar ban dan menyanyikan lagu-lagu mengecam Presiden Emmerson Mnangagwa, yang menaikkan harga bahan bakar dengan harapan mengurangi kelangkaan mata uang.

Menteri Keamanan, Owen Ncube mengatakan beberapa orang tewas dalam demonstrasi itu, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Dia menyalahkan kerusuhan pada partai oposisi utama dan kelompok-kelompok hak politik Zimbabwe.

“Sayangnya, ini telah mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda, termasuk cedera pada petugas polisi dan anggota masyarakat. Investigasi penuh sedang berlangsung, ” kata Ncube dalam pernyataannya sebagaimana yang dilansir Reuters, Selasa (15/1/2019).

Pihak berwenang ingin menghindari terjadinya kekerasan pasca pemilu seperti Agustus lalu yang menyebabkan enam orang tewas setelah militer turun tangan.

Suasana di Zimbabwe masih tegang dengan warga yang khawatir akan terjadinya kekerasan lebih lanjut. Polisi anti huru hara berpatroli di pusat kota Harare, helikopter militer berputar di udara.

Toko-toko dan bisnis tutup lebih awal dan sekolah memanggil orang tua untuk menjemput anak-anak mereka. Serikat buruh menyerukan pemogokan selama tiga hari mulai Senin dan Ibu Kota Harare tengah sepi sejak pukul 4 malam. Komuter berjalan pulang dari pusat kota karena tidak ada transportasi umum yang berjalan.

Mnangagwa membela kebijakannya untuk menaikkan bahan bakar, dengan mengatakan bahwa harga di Zimbabwe adalah yang terendah di kawasan itu.

Zimbabwe sedang melalui reformasi politik dan ekonomi dan ini tidak mudah. Ini akan memakan waktu untuk menyelesaikan masalah dan hasilnya akan ditampilkan, ”katanya kepada wartawan di Moskow. Mnangagwa tengah melakukan perjalanan ke lima negara asing yang menurut beberapa analis seharusnya dibatalkan menyusul suasana di dalam negeri.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini