LONDON - Para anggota parlemen Inggris telah melakukan pemungutan suara Selasa malam, 15 Januari untuk menentukan apakah akan mendukung usulan perjanjian Perdana Menteri Theresa May untuk meninggalkan Uni Eropa atau Brexit.
Perdana Menteri (PM) Theresa May sebelumnya menyerukan kepada para anggota parlemen untuk mendukung usulannya atau berisiko "mengecewakan rakyat Inggris."
Namun seperti diperkirakan sebelumnya, kesepakatan yang diajukan pemerintah itu ditolak dengan suara meyakinkan dengan perbandingan 432 anggota parlemen menolak dan 202 setuju.
Selain menolak kesepakatan mengatur beragam aspek terkait proses Brexit pada 29 Maret mendatang, Partai Buruh yang beroposisi kini mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintah pimpinan Perdana Menteri Theresa May yang bisa memicu pemilihan umum.
May menegaskan bahwa hasil pemungutan suara itu tidak memberitahu secara jelas bagaimana cara parlemen mewujudkan hasil referendum pada 2016. Tak jelas pula apakah parlemen ingin membatalkan hasil referendum 2016 yang menginginkan Inggris berpisah dari Uni Eropa.
Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui soal Brexit, mulai dari pembayaran Rp707 triliun untuk Uni Eropa hingga peliknya perundingan antara kedua pihak.
Brexit dan Uni Eropa
Brexit adalah kependekan dari "British exit", keluarnya Inggris dari organisasi kerja sama regional Uni Eropa.
Uni Eropa adalah wadah kerja sama politik dan ekonomi 28 negara Eropa. Semua negara di blok ini sepakat bahwa warga negara dengan mudah tinggal dan bekerja di semua negara anggota.
Anggota Uni Eropa terdiri dari Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Denmark, Republik Ceko, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Republik Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Romania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Inggris.
Inggris bergabung dengan Uni Eropa, ketika itu bernama Masyarakat Ekonomi Eropa, pada 1973.
Mengapa Inggris meninggalkan Uni Eropa?
Referendum digelar pada 23 Juni 2016 dengan satu pertanyaan, apakah Inggris sebaiknya tetap menjadi anggota Uni Eropa atau mundur?
Kubu yang mendukung penarikan diri Inggris dari Uni Eropa didukung oleh sekitar 52 persen suara, setara dengan 17,4 juta sementara yang menginginkan tetap sebagai anggota Uni Eropa didukung oleh 48 persen suara atau sekitar 16,1 juta.

Tapi Inggris tak langsung mundur, ada beberapa tahapan dan proses yang harus dilewati. Berdasarkan kesepakatan, Inggris dijadwalkan resmi mundur dari Uni Eropa pada 29 Maret 2019.
Apa yang terjadi sejauh ini?
Referendum 2016 hanyalah permulaan. Dari sini dilakukan negosiasi panjang antara pemerintah Inggris dan negara-negara Uni Eropa tentang syarat dan ketentuan Brexit.
Fokus negosiasi adalah apa yang disebut sebagai "kesepakatan cerai" yang berisi mekanisme mundurnya Inggris dari Uni Eropa dan apa yang terjadi setelahnya.