nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Semua Pelaku Dihabisi, Serangan Militan di Hotel Mewah Kenya Berakhir

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 16 Januari 2019 18:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 16 18 2005384 semua-pelaku-dihabisi-serangan-militan-di-hotel-mewah-kenya-berakhir-zMazRZdNu3.jpg Foto: Reuters.

NAIROBI – Pasukan keamanan Kenya telah menewaskan semua militan yang menyerang hotel mewah di Ibu Kota Nairobi dan menewaskan sedikitnya 14 orang, mengakhiri aksi teror yang terjadi sejak Selasa, 15 Januari itu. Kelompok militan Al Shabaab yang berafiliasi dengan Al Qaeda mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Lebih dari 700 warga sipil telah dievakuasi dengan selamat dari kompleks Hotel dusitD2 setelah insiden yang kembali mengingatkan warga Kenya akan serangan di pusat perbelanjaan di Nairobi pada 2013 yang menewaskan 67 orang.

"Operasi keamanan di kompleks dusit telah berakhir, dan semua teroris disingkirkan. Sampai saat ini, kita dapat memastikan bahwa 14 nyawa tak berdosa hilang melalui tangan para teroris pembunuh ini, ” kata Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (16/1/2019).

BACA JUGA: Hotel di Kenya Diserbu Pria-Pria Bersenjata, Sejumlah Orang Tewas

Berdasarkan keterangan petugas kamar mayat, sebelas warga Kenya, seorang warga Amerika Serikat (AS) dan seorang warga Inggris termasuk di antara korban serangan itu. Dua korban lainnya masih belum teridentifikasi.

Putra dari pendiri Kenya itu tidak menyebutkan secara pasti berapa jumlah pelaku penyerangan, tetapi berdasarkan pantauan kamera CCTV, terlihat sedikitnya ada empat pelaku dalam serangan tersebut.

"Dari cara yang tersedia untuk dinas keamanan dan sayap-sayap yudisial, kami akan terus mengambil setiap langkah untuk membuat negara kami tidak ramah bagi kelompok teroris dan jaringan mereka," tambah Kenyatta.

Kenya yang terletak di Afrika Timur adalah pusat bagi ekspatriat dan sering dijadikan sasaran oleh Al Shabaab sebagai pembalasan atas pengiriman pasukan untuk membantu melindungi pemerintah Somalia dukungan AS yang lemah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini