Viral Pengemis Miliarder di Pati, Gubernur Ganjar Buka Suara

Taufik Budi, iNews.id · Rabu 16 Januari 2019 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 16 512 2005130 viral-pengemis-miliarder-di-pati-gubernur-ganjar-buka-suara-Su94w4egLl.jpg Ganjar Pranowo

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat suara tentang Legiman (52) seorang pengemis yang memiliki aset miliaran rupiah di Pati. Fenomena ini menunjukkan meminta-minta bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan melainkan sebagai profesi.

“Kalau kita bicara orang hidup, itu bekerja. Kalau bisa memberi, tidak meminta. Jadi jika ada fenomena seperti ini, mbok yang bekerja saja. Karena pasti akan dilihat orang, nilainya kok enggak baik. Lepas dari orang mau setuju atau enggak, mengemis menjadi kaya orang akan bisa punya penilaian pemalas,” urai Ganjar, Rabu (16/1/2019).

 Baca juga: Legiman, Pengemis Tajir Ini Punya Kekayaan Sampai Rp1 Miliar

Dia pun mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memberikan santunan. Apalagi, saat ini juga terdapat lembaga resmi yang siap menyalurkan bantuan dan santunan. Melalui lembaga tersebut, pemberian santunan tak akan salah sasaran.

 https://img-z.okeinfo.net/okz/500/library/images/2019/01/16/ty7vkudexr4o2v4u9sun_13868.JPG

“Sebenarnya fenomena ini sudah lama di mana-mana, kenapa minta-minta ternyata hasilnya banyak. Tempatnya di mana kok bisa dapat tempat basah seperti itu, dalam waktu singkat kekayaannya miliaran,” ujar Ganjar.

Maraknya peminta-minta di jalanan tak lepas dari banyaknya kecenderungan warga yang iba. Dengan memberi uang, maka hal itu akan membuat para pengemis semakin bersemangat untuk meminta dan kembali ke jalanan menengadahkan tangan.

 Baca juga: Viral, Penjual Gudeg Cantik Ini Bikin Pria Gagal Fokus

“Sebenarnya sudah banyak kabupaten/kota yang membuat aturan tidak memberikan di pinggir jalan, karena itu juga akan menjadi insentif bagi mereka (pengemis) untuk datang. Kita kasih disinsentif saja. Apa disinsentifnya? Ya jangan ngasih di sana (jalan), maka nanti jika sembuh mereka mengikuti pelatihan di lembaga-lembaga sosial,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, warganet dibuat heboh dengan kemunculan Legiman, seorang pengemis asal Pati, Jawa Tengah yang diciduk anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam razia Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) di Alun–Alun Simpang Lima, Pati pada Sabtu 13 Januari 2019. Yang mengejutkan, pria berusia 52 tahun itu diketahui memiliki kekayaan yang jumlahnya mencapai Rp1 miliar.

Pemilik akun Instagram @satpolpp_pati, menyebutkan Legimin diamankan dalam Giat Patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati. Setelah yang bersangkutan dibawa ke Mako Satpol PP Pati Legiman diketahui sehari-hari berseliweran di tempat keramaian sekitar Alun-Alun Simpang Lima Pati atau tepatnya di lampu merah.

 Baca juga: Viral, Anak Jalanan Tidur Bareng Anjing Kecilnya di Trotoar

"Kami kembali dibuat kaget, waktu kami menghitung uang dia yang total keseluruhan Rp659.000. Kata bapak itu 'Sepi karena kendala hujan'. Hah, sepi? Trus kalau ramai bisa mencapai berapa itu pak? Jutaan kah? Hemm," tulis @satpolpp_pati di awal postingannya.

Petugas Satpol PP Pati yang penasaran kemudian mengorek informasi lebih dalam kepada Legiman soal harta kekayaannya. Jawaban yang diberikan Legiman membuat petugas bertambah kaget.

"Setelah kami wawancara ternyata, kekayaannya bapak itu mempunyai tabungan di Bank BRI sekitar Rp900an juta, belum lagi dia habis beli tanah, seharga Rp280 jutaan, dan juga dia habis beli rumah juga. Fantastis bukan?" tulis akun resmi Satpol PP Pati.

Saat pertama kali diamankan, pria paruh baya itu mengenakan kemeja lengan pendek warna abu-abu dan celana pendek serta memakai topi. Dalam foto lain yang beredar, petugas Satpol PP Pati tampak sibuk menghitung uang Legiman dari hasil mengemis yang terdiri dari tumpukan uang koin dan pecahan Rp1.000-Rp5.000.

Satpol PP setempat lantas mengingatkan sekaligus mengimbau masyarakat agar menaati Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2018 soal aturan memberi uang pada pengemis. Aturan tersebut menyebutkan bahwa baik orang yang meminta maupun yang memberi akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp1 juta.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini