JAKARTA - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo dinilai cukup meyakinkan dan menguasai persoalan ketimbang Prabowo Subianto, dalam debat perdana capres-cawapres 2019 yang dihelat Komisi Pemilihan Umun (KPU), kemarin malam.
“Ketika pemaparan visi misi di awal debat, ada hal menarik disampaikan oleh Jokowi. Ia mengangkat soal akses ekonomi dan permodalan. Ini sekilas terdengar biasa, tetapi justru itulah esensi hak asasi manusia (HAM). Sedangkan Prabowo di awal debat sudah langsung beretorika dan nada bicara agak tinggi,” kata pengamat politik dari The Habibie Center, Bawono Kumoro lewat keterangan persnya, Jumat (18/1/2019).
Bawono berpendapat, hampir di semua segmen Jokowi mampu menjelaskan secara lugas baik pertanyaan yang diajukan panelis maupun pertanyaan dari pasangan lawan. Dia mencontohkan, saat Prabowo menyinggung soal mahalnya ongkos politik.
“Jokowi cukup cerdik mengambil contoh bagaimana dia maju di pilkada DKI Jakarta tahun 2012 tanpa mengeluarkan uang politik sedikit pun. Hanya bermodalkan rekam jejak sebagai Wali Kota Solo sukses dua periode. Bahkan ia tegaskan Prabowo menjadi saksi dari hal tersebut,” ujarnya.
(Baca Juga: Prabowo Tidur Nyenyak Usai Dipijat Sandi)
(Baca Juga: Debat Pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga Dinilai Tak Menyentuh Akar Persoalan)
Sementara Prabowo yang menekankan kenaikan gaji aparat negara sebagai solusi mencegah korupsi di birokasi pemerintahan, menurut Bawono, solusi ditawarkan ini seperti mengabaikan realitas bahwa gaji aparat negara saat ini sudah cukup baik. Bahkan juga terdapat sistem tunjangan kinerja (reumenerasi).
Bawono juga memuji Jokowi saat saat melempar isu gender kepada Prabowo dengan menyinggung sedikitnya jumlah perempuan di kepengurusan DPP Partai Gerindra. Jokowi membandingkan hal itu dengan keberadaan sembilan menteri perempuan di cabinet, serta membentuk panitia seleksi KPK beranggotakan semua perempuan.
“Jokowi ingin menujukkan bahwa dalam hal keberpihakan gender ia jauh lebih baik dan sudah membuktikan secara konkret,” sambung dia
Yang paling menarik, menurut Bawono, saat di segmen kelima Prabowo terlihat gagap menjawab serangan Jokowi mengenai isu korupsi, dimana Partai Gerinda tercatat sebagai partai dengan caleg mantan narapidana korupsi. Tidak cuma gagap Prabowo terlihat cukup terpancing secara emosional.
“Sentuhan Yusril kelihatan di argumen-argumen dan tembakan disampaikan Jokowi,” tegasnya.
Kendati demikian, dia menyisipkan catatan untuk pasangan 01 yakni belum aktif peran cawapres Ma’ruf Amin. Bawono berharap ini menjadi evaluasi agar di debat-debat berikutnya bahwa jawaban-jawaban hanya dikuasai capres dan cawapres hanya jadi pelengkap.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.