Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tentukan Hidup-Mati 38 Kelurahan di Lampung Selatan

Demon Fajri , Jurnalis-Sabtu, 19 Januari 2019 |12:02 WIB
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tentukan Hidup-Mati 38 Kelurahan di Lampung Selatan
Permukiman penduduk di Pulau Sebesi rusak akibat terjangan tsunami (Foto: Demon/Okezone)
A
A
A

LAMPUNG - Lampung Selatan, salah satu kabupaten di provinsi Lampung. Daerah ini termasuk dalam kawasan rawan terdampak bencana alam. Seperti, gempa yang memicu gelombang tsunami dan letusan gunung Anak Krakatau. Tercatat, ada 38 kelurahan tersebar di lima kecamatan, yang menjadi kawasan yang terdampak gelombang tsunami. (Lengkap lihat grafis)

Puluhan daerah itu menjadi terdampak gelombang tsunami yang terjadi di Selat Sunda, akibat longsoran di gunung Anak Krakatau, pada Sabtu 22 Desember 2018, malam.

Dari data posko darurat pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, hingga Senin 14 Januari 2019, pukul 14.01 WIB, bencana alam akibat gelombang tsunami tersebut telah memakan korban jiwa sebanyak 120 orang, tersebar dienam kecamatan dan masyarakat dari luar Kabupaten Lampung Selatan. Seperti, Kecamatan Katibung, Kalianda, Rajabasa, Bakauhuni, Sido Mulyo dan Kecamatan Penengahan.

Sementara korban hilang, sebanyak 7 orang, luka berat sebanyak 483 orang, luka ringan 11.402 orang, dengan total korban sebanyak 11.885 orang. Di mana korban hilang dan luka tersebut tersebar dilima kecamatan. Tidak hanya korban luka bencana alam itu juga menyebabkan 5.196 jiwa masyarakat dienam kecamatan mengungsi.

Bahkan, dalam bencana tersebut ikut merusak bangunan rumah dilima kecamatan yang terdampak. Untuk rumah rusak berat tercatat sebanyak 537 bangunan, rusak sedang 146 bangunan dan rumah rusak ringan sebanyak 139 bangunan, dengan total kerusakan bangunan mencapai 822 bangunan rumah.

Kepala badan penanggulang bencana daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, I Ketut Sukerta mengatakan, daerah yang rawan terdampak gempa yang memicu gelombang tsunami dan letusan gunung anak krakatau di wilayah Lampung Selatan, sebanyak 38 kelurahan tersebar dilima kecamatan.

"Daerah yang terdampak gelombang tsunami selat sunda, ada lima kecamatan (Katibung, Kalianda, Rajabasa, Bakauhuni, Sido Mulyo dan Penengahan). Saat bencana terjadi ada warga dari desa Kuripan Kecamatan Penengahan, berada di pesisir pantai, sehingga menjadi korban," kata Ketut, ketika di konfirmasi Okezone, melalui sambungan telefon genggamnya, Rabu 16 Januari 2019.

Daerah yang terdampak bencana alam letusan gunung Anak Krakatau dan gelombang tsunami, pada Sabtu 22 Desember 2018, sampai Ketut, menyebabkan 5.196 jiwa mengungsi. Ribuan jiwa penduduk berasal dari empat kecamatan. Seperti, masyarakat dari Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Bakauhuni dan Kecamatan Sido Mulyo.

Ribuan masyarakat yang mengungsi tersebut diungsikan ke daerah lebih aman, seperti di Kecamatan Kalianda dan Kecamatan Rajabasa. Mereka, kata Ketut, takut terhadap letusan gunung Anak Krakatau serta gelombang tsunami. Di mana masyarakat yang mengungsi tersebut berdekatan dengan pesisir pantai serta gunung Anak Krakatau.

"Sebenarnya mereka yang tinggal di daerah rawan bencana itu takut. Namun, mereka di sana mayoritas bekerja sebagai nelayan. Sehingga mereka memilih untuk tetap tinggal di sana untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," jelas Ketut.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement