Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aksi Protes Yunani Atas Penamaan Makedonia Diwarnai Kekerasan

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 21 Januari 2019 |17:23 WIB
Aksi Protes Yunani Atas Penamaan Makedonia Diwarnai Kekerasan
Polisi anti huru-hara mengamankan demonstrasi yang berlangsung rusuh di Athena, Yunani, 20 Januari 2019. (Foto: AP)
A
A
A

ATHENA - Aksi unjuk rasa bergulir menjadi kekerasan pada Minggu antara para demonstran dan polisi Yunani ketika puluhan ribu orang berkumpul di Athena untuk menentang perjanjian perubahan nama dengan Makedonia.

Yunani sejak lama memprotes nama Makedonia, yang diadopsi oleh negara tetangganya di utara itu setelah berpisah dari Yugoslavia.

Yunani mengatakan nama baru Makedonia -- Republik Makedonia Utara -- mencerminkan upaya untuk merebut identitas dan warisan budaya Yunani, karena Makedonia juga merupakan nama provinsi di utara Yunani yang terkenal akan penaklukan Alexander the Great.

Protes-protes pada Senin dimulai dengan damai tapi di kemudian hari para demonstran melempari batu, bom molotov dan benda-benda lain ke arah polisi, yang membalasnya dengan tembakan gas air mata. Sedikitnya 25 polisi dan puluhan orang cedera dalam bentrokan itu, kata para pejabat. Polisi mengatakan sedikitnya tujuh orang ditangkap, menurut kantor berita Associated Press.

Parlemen Yunani dijadwalkan akan memberikan suara mengenai perjanjian itu pekan ini, di mana Makedonia akan mengganti namanya dan Yunani akan mencabut keberatannya atas bergabungnya negara Balkan itu dengan Nato dan Uni Eropa.

Sebuah jajak pendapat nasional di Yunani pekan ini mendapati bahwa 70 persen responden menentang perjanjian itu, kata laporan AP.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement