nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenkumham Sumbar Cari Penyebab Kebakaran Lapas Biaro Bukittinggi

Rus Akbar, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 13:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 22 340 2007795 kemenkumham-sumbar-cari-penyebab-kebakaran-lapas-biaro-bukittinggi-6KR6d6t4Df.jpg Lapas Biaro Bukittinggi (Foto: Rus Akbar/Okezone)

PADANG - Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Barat menurunkan tim khusus untuk membantu pihak kepolisian dalam penyelidikan kasus terbakarnya Lapas Klas II A Biaro Bukittinggi. Sampai hari ini hasil sementara yang diperoleh penyebab kebakaran di sel Blok D yang terbakar kemarin 21 Januari 2018 pukul 14.00 WIB itu adalah akibat arus pendek.

Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat, Sunar Agus mempercayai, penyebab kebakaran itu murni konselting listrik pasalnya saat kejadian itu tidak ada dalam keributan dalam kamar sel tersebut.

 Baca juga; Lapas Blok Narkoba di Biaro Bukittinggi Terbakar

"Saya yakin sekali itu terbakar, tidak dibakar. Karena tidak ada keributan antara sesama para narapidana maupun petugas di sana, bahkan saat kebakaran para napi membantu memadamkan api di lokasi kejadian,” terangnya, Selasa (22/1/2019).

 https://img-z.okeinfo.net/okz/500/library/images/2019/01/21/5es473k0o7qjeilgko8h_19759.jpg

Sunar menegaskan, hal tersebut merupakan hasil sementara karena masih menunggu penyelidikan dari kepolisian. “Saat ini kita mau fokus sel tahanan yang terbakar itu untuk segera agar bisa ditempati oleh napi,” ujarnya.

Akibat kebakaran pada lapas yang dibangun pada tahun 1986 tersebut ditaksir kerugian mencapai Rp400 juta. “Untuk antisipasi petugas akan kembali kembali memeriksa seluruhnya Lapas tersebut agar tidak terjadi kebakaran,” terangnya.

 Baca juga: Selidiki Penyebab Kebakaran Lapas Bukittinggi, Polisi Periksa 20 Napi

Setelah terjadi kebakaran itu sebanyak 74 tahanan yang ada dalam empat kamar di Blok D tersebut dipindahkan dipindahkan ke Blok C, A hingga B karena kondisi 4 kamar yang terbakar tidak dapat dihuni. Sementara itu enam napi perempuan dipindahkan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tanjung Pati di Kabupaten Limapuluh Kota ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para narapidana.

"Enam narapidana sudah putus dan memiliki keputusan hukum tetap. Agar lebih nyaman lagi, kami pindahkan ke LPKA Tanjung Pati," kata Sunar.

LPKA Tanjung Pati tempat yang baru bagi enam narapidana karena memang merupakan tahanan bagi anak dan perempuan. Apabila dipindahkan ke Lapas yang ada di Padang mungkin terlalu jauh.

 Baca juga: Saat Kebakaran, Napi Lapas Bukittinggi Sedang di Luar Blok

Sunar menjelaskan untuk saat ini Lapas Biaro Bukittinggi memiliki kurang lebih sebanyak 500 narapidana. Padahal kapasitas normal hanya 300 narapidana sehingga mengalami over kapasitas mencapai 100 persen.

"Itu terjadi di semua Lapas di Indonesia. Antisipasi, kami dapat dukungan dari Lapas tetangga seperti Payakumbuh, Padangpanjang, itu untuk internal. Eksternal dapat dukungan dari kepolisian yang cukup aktif dan standby,” pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini