nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harapan Orangtua Korban Truk 'Kapten Oleng': Semoga Kejadian Ini Enggak Terulang

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 10:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 23 510 2008180 harapan-orangtua-korban-truk-kapten-oleng-semoga-kejadian-ini-enggak-terulang-SQlLKEXyxc.jpg Ilustrasi Kecelakaan (foto: Shutterstock)

BANTUL - Dua pelajar SMP asal Dusun Jaten, Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Viki Dwi Pratama dan Tri Irwantoro menjadi korban kecelakaan fenomena truk 'Kapten Oleng' di Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), Gadingsari, Sanden, Bantul pada Minggu 20 Januari 2019. Orangtua korban tragedi truk 'Kapten Oleng' menyatakan kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Kepolisian telah menahan Muhammad Faisal selaku pengemudi truk yang melakukan aksi Kapten Oleng tersebut. Kecelakaan itu bermula saat truk bernomor polisi AB 8482 TK hendak pulang dari acara festival truk di Pantai Goa Cemara dan melakukan aksi Kapten Oleng yang dan lepas kendali dan mengakibatkan menabrak motor dari arah yang berlawanan.

(Baca Juga: Viral Fenomena "Truk Oleng" di Yogya, Pengendara Motor Jadi Korban) 

Tri Irwantoro yang juga pelajar kelas VII SMP 3 Pandak, Bantul masih dalam kondisi sadar dengan luka di bagian wajah, berbeda dengan temannya, Fiki saat itu tidak sadarkan diri. Saat ini kondisi korban terutama Irwantoro mulai membaik, sedangkan Viki mulai sadarkan diri dari koma.

 

Welas Asih, yang merupakan orangtua Tri Irwantoro mengaku tidak mengetahui secara detail peristiwa itu terjadi. Menurutnya pada Minggu sore tiba-tiba orang datang ke rumahnya memberikan informasi anaknya mengalami kecelakaan.

"Ada orang datang dikasih tahu anaknya Tri Irwantoro kecelakaan, kaget saya," ucapnya kepada Harian Jogja, Selasa (22/1/2019).

(Baca Juga: Tragedi Truk 'Kapten Oleng' Diduga Berawal dari Permintaan Penonton) 

Dia menambahkan, saat peristiwa itu terjadi Tri Irwantoro dalam posisi membonceng. Menurutnya tidak menggunakan helm saat itu. Selain itu, ia tidak mengetahui detail anaknya pergi dengan tidak menggunakan helm.

Welas berharap kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan namun ia sepenuhnya mengikuti kehendak keluarganya. "Saya inginnya diselesaikan secara kekeluargaan, tapi saya menurut sama bapaknya saja mau bagaimana. Semoga kejadian ini enggak terulang lagi, kasihan mereka berdua sudah enggak masuk sekolah dari kemarin Senin. Doain saja agar cepat sehat,” tutup Welas.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini