nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lucas Ternyata Pernah ke Singapura Bareng Setnov dan Riza Chalid

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 17:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 24 337 2008962 lucas-ternyata-pernah-ke-singapura-bareng-setnov-dan-riza-chalid-IW5gcEMxi1.jpg Lucas.

JAKARTA - Manager Ground Handling PT Wira sebuah, Christine Sudiro mengaku pernah melayani penerbangan privat dengan penumpang atas nama Lucas. Dalam penerbangan tersebut, Lucas pergi bersama-sama Setya Novanto hingga Riza Chalid ke Singapura.

Hal tersebut diungkap Christine saa‎t bersaksi di sidang kasus dugaan menghalangi atau merintangi penyidikan Eddy Sindoro untuk terdakwa Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

"Setya Novanto, Fahd El Fouz, Rani Mediana, Robert Kardinal, Wiwiek Kardinal, Idrus Marham, Deasty Astriani Tagor, Geovani Farel Novanto, Juli Salamira, Rara Radiha El Fouz, ini dari data," ungkap Christine kepada Jaksa di persidangan, Kamis (24/1/2019).

Setnov.

Sejumlah nama tersebut melakukan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju ke Singapura pada 26 Mei 2016. Christine memastikan bahwa seluruh nama yang tercatat di penerbangan privat tersebut berangkat ke Singapura.

(Baca juga: Novel Baswedan Punya Rekaman Percakapan Lucas dan Eddy Sindoro)

Kemudian, Christine membeberkan penerbangan lain Lucas yang menggunakan pesawat pribadi pada 23 Agustus 2018. Berdasarkan data manifes penumpang, kata Christine, Lucas pergi ke Singapura bersama Riza Chalid dan Intan Maharani.

"Lucas, M Riza Chalid, Intan Maharani. Saya enggak tahu (kepentingannya apa mereka pergi bersama)," terangnya.

Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini