nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesan Panglima TNI saat Berkunjung ke Pesantren Buntet Cirebon

Fathnur Rohman, Jurnalis · Sabtu 26 Januari 2019 01:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 25 525 2009591 pesan-panglima-tni-saat-berkunjung-ke-pesantren-buntet-cirebon-6HiNuHJO0X.jpg Foto Istimewa

CIREBON - Secara kultural, Pondok Pesantren (Ponpes) merupakan tempat terciptanya sebuah gagasan yang bisa mempersatukan bangsa, baik dari segi budaya dan sebagainya. Hal itu secara langsung diungkapkan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, saat bersilaturahmi ke Ponpes Buntet, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Jumat (25/01/2019).

"Pondok pesantren adalah tempat untuk menempuh pendidikan agama, sekaligus tempat terciptanya gagasan yang mempersatukan Indonesia," ungkapnya dihadapan puluhan Santri Ponpes Buntet, Jumat (25/1/2019).

 (Baca juga: Peran Penting Wanita TNI Dalam Satgas MPU UNIFIL)

Dalam lawatannya tersebut, Ia yang ditemani oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, jika para kyai dan santri memiliki peran begitu penting untuk merawat heteroganitas yang ada dalam masyarakat Indonesia, sehingga rasa persatuan bangsa hingga kini bisa terjaga.

"Bangsa ini harus jadi bangsa yang kuat, bangsa yang berdaya saing tinggi. Sayarat hanya satu, yakni menghargai keberagaman," ungkapnya.

 asd

Tidak lupa, dirinya juga sempat bercerita, saat pecahnya peristiwa perang 10 November di Surabaya silam, Ponpes Buntet menjadi salah satu Ponpes yang banyak mengirimkan laskar Hizbullah dan Sabilillah. Ketika itu, KH Abbas yang merupakan pendiri Buntet Pesantren dikirim menuju Ponpes Tebu Ireng agar melatih bela diri disana.

"Pesantren buntet ini paling banyak mengirim laksar Hizbullah dan Sabilillah yang menjadi tentara di Surabaya," jelasnya.

 (Baca juga: Temui Jokowi, Menhan Lapor Banyak Perwira TNI Tak Dapat Jabatan)

Terakhir, Panglima TNI itu pun berpesan, supaya bangsa Indonesia tidak habis dikoyak, oleh fitnah, berita hoaks, dan berita yang sesat. Menurutnya, apa yang telah diwariskan oleh pendahulu kita bisa terawat.

Sementara itu, Ketua YLPI Buntet Pesantren KH. Adib Rofiudin Izza mengatakan, jika kedatangan Panglima TNI dan Kapolri merupakan salah satu peristiwa yang bersejarah. Pasalnya, baru pertamakali ini, dua pimpinan tinggi di Indonesia datang bersamaan.

"Kami merasa bangga, karena dikunjungi oleh dua pimpinan tertinggi di Indonesia sekaligus, yaitu Pak Kapolri dan Pak Panglima TNI," ucap dia.

Adib mengaku, dengan adanya lawatan tersebut, ia bersama dengan TNI dan Polri menyatakan siap untuk memerangi berbagai bentuk hal yang bisa merongrong persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Mari kita bersama, memerangi berita hoaks serta terorisme," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini