Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tanpa Sistem yang Transparan, Praktik Korupsi Sulit Dihilangkan

Fahreza Rizky , Jurnalis-Minggu, 27 Januari 2019 |14:31 WIB
Tanpa Sistem yang Transparan, Praktik Korupsi Sulit Dihilangkan
ilustrasi
A
A
A

MADIUN - Praktik korupsi di DPR tidak akan bisa hilang bila sistem transparansi tidak dijalankan. Karena itu, Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menegaskan partainya berkomitmen memerangi korupsi.

“Bagi PSI, salah satu akar permasalahan korupsi adalah ekosistem yang memungkinkan. Untuk itu, PSI ingin membangun sebuah sistem DPR yang transparan. Jika sistem tidak diubah, omong kosong korupsi bisa hilang,” ujar Grace melalui keterangan pers tertulisnya, Minggu (27/1/2019).

Hal lain yang ditunjukkan PSI untuk membuktikan komitmen memerangi korupsi, yakni dengan melakukan pemasangan gembok di Monumen Gembok Kejujuran di Lapangan Gulun, Kota Madiun.

Grace Natalie mengatakan pemasangan gembok ini merupakan komitmen partainya untuk memerangi korupsi.

(Baca Juga: PSI Ragukan Komitmen Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi)

Grace menambahkan, sejak awal PSI telah menunjukkan komitmen untuk melawan korupsi. Salah satu upaya yang dilakukan PSI yaitu melarang mantan narapidana korupsi untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. PSI juga mencanangkan sistem penilaian secara online untuk anggota DPR terpilih dari PSI agar masyarakat dapat menilai langsung kinerja anggota dewan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement