Share

Survei Membuktikan: 49,3% Generasi Milenial Memilih Jokowi

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 28 Januari 2019 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 28 605 2010416 survei-membuktikan-49-3-generasi-milenial-memilih-jokowi-jV8kDjLDqU.jpg Jokowi dan Prabowo

JAKARTA - Pemilu 2019 ini akan diikuti oleh segmen besar pemilih dari kalangan generasi milenial. Berbagai kalangan mempunyai pandangan, suara milenial bisa sangat menentukan hasil Pemilu 2019 mendatang.

Hasil survei terbaru yang dilakukan Center for Political Communication Studies (CPCS), menemukan bahwa calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menjadi pilihan terbanyak generasi milenial. Pasangan calon Jokowi-KH Ma’ruf Amin meraup dukungan hingga 49,3 persen dibanding Prabowo-Sandi yang hanya dapat 28,8 persen.

“Pada semua kelompok umur, Jokowi-Ma’ruf juga jauh mengungguli Prabowo-Sandi, yaitu 53,8 persen berbanding 30,6 persen,” ujar Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta, Senin (28/1/2019).

Dengan rentan elektabilitas lebih dari 20 persen, lanjut Okta, jika tidak ada perubahan drastis maka Jokowi akan menjabat presiden pada periode kedua.

DIrektur Eksekutif CPCS Tri Okta

(Baca Juga: Suara Golkar 31% Pro Prabowo, Agung Laksono: Dulu 75%)

Menurut Okta, kesuksesan Jokowi merebut hati milenial tidak mengherankan. Sejak awal muncul di panggung politik nasional, Jokowi kerap menggunakan metode komunikasi yang disukai milenial.

“Tidak hanya aktif ngevlog dan media sosial, gaya Jokowi seperti mengendarai motor chopper dan menggemari musik metal sangat pas buat milenial,” kata Okta.

Kendati demikian, kedua kubu capres-cawapres maupun penyelenggara pemilu, harus mencermati tingginya peluang golput generasi milenial. “Responden yang belum memutuskan atau masih merahasiakan pilihannya meningkat dari 15,7 persen pada semua kelompok umur menjadi 21,7 persen pada kelompok milenial dan pemilih pemula,” kata Okta.

Maraknya wacana golput belakangan ini, mencerminkan apatisme politik yang masih tinggi di kalangan milenial. “Waktu yang tersisa kurang dari tiga bulan menjadi pekerjaan rumah bagi berbagai pihak terutama Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk lebih aktif melakukan sosialisasi khususnya kepada calon pemilih pemula dan milenial,” ujar Okta.

Survei CPCS dilakukan pada 2-11 Januari 2019, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pemilih pemula dan milenial yang berusia antara 17 hingga 35 tahun mencakup 34,3 persen responden.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini