"Kelima, dimensi kekompakan dan saling melengkapi. Dalam dimensi ini Prabowo-Sandiaga justru dinilai lebih unggul dibanding Jokowi-Ma'ruf. Yang menilai Prabowo-Sandiaga unggul di dimensi ini sebesar 46,0%, sementara Jokowi-Ma'ruf 30,1%," tuturnya.
Keenam, dari dimensi persepsi kepemimpinan yang kuat, Jokowi-Ma'ruf unggul tipis 39,4% sementara Prabowo-Sandiaga 34,9%.

"Jika dihitung totalnya dari enam dimensi yang diukur Jokowi-Ma'ruf unggul lima dimensi, sementara Prabowo-Sandiaga unggul dalam satu dimensi," katanya.
Namun kata Adjie dari angka itu mayoritas pemilih memang sudah menentukan pilihan, sehingga para pemilih cenderung mengikuti elektabilitas dari para calon.