Chile Jatuhkan Vonis Terhadap Enam Orang Atas Pembunuhan Mantan Presiden

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 31 Januari 2019 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 31 18 2012077 chile-jatuhkan-vonis-terhadap-enam-orang-atas-pembunuhan-mantan-presiden-RbKCy20g7T.jpg Foto Mantan Presiden Chile Eduardo Frei Montalva terpajang di dinding sebuah sekolah umum di La Union, Chile. (Foto: Reuters)

SANTIAGO – Hakim pengadilan Chile pada Rabu, 30 Januari mendakwa enam orang atas tuduhan pembunuhan terhadap mantan Presiden Eduardo Frei Montalva pada masa kediktatoran Augusto Pinochet antara 1973 sampai 1990.

Pengadilan yang dipimpin Hakim Alejandro Madrid memvonis mantan dokter Frei, sopirnya, seorang pejabat angkatan bersenjata dan seorang mantan agen intelijen hukuman penjara antara tiga sampai 10 tahun atas tuduhan meracuni sang mantan presiden di sebuah klinik di Ibu Kota Santiago pada 1982.

Menurut dokumen pengadilan yang dilansir Reuters, Kamis (31/1/2019), hakim memutuskan bahwa Frei telah dibius oleh agen Pinochet di saat pria berusia 71 tahun itu pulih dari operasi hernia di klinik. Beberapa dokter terpidana kemudian bekerja untuk menutupi peracunan sehingga menyulitkan penyelidikan selanjutnya .

Frei awalnya mendukung Pinochet dan kudeta yang menggulingkan pemimpin sosialis Salvador Allende pada 1973. Namun kemudian hubungannya dengan sang diktator memburuk dan dia menjadi salah satu pemimpin gerakan pro-demokrasi Chile, langkah yang diduga mempercepat pembunuhannya.

Madrid awalnya mengajukan dakwaan terhadap enam orang yang sekarang dihukum karena kejahatan mereka pada 2009, tetapi mereka dakwaan itu kemudian dicabut. Pada 2016, Madrid memerintahkan penggalian makam Frei dan meminta para ahli forensik untuk memeriksa kembali jasadnya.

Hasilnya pemeriksaan menegaskan bahwa mantan presiden Frei diracun dan memperkuat kasus terhadap terdakwa.

Pinochet meninggal pada 2006 tanpa pernah menghadapi pengadilan penuh atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan di bawah pemerintahannya. Lebih dari 3.000 orang terbunuh atau hilang dan sekira 28.000 orang disiksa di bawah kediktatorannya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini