Bawaslu Diminta Awasi Kegiatan Jalan Sehat Bermotif Kampanye Capres

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 14:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 31 605 2011918 bawaslu-diminta-awasi-kegiatan-jalan-sehat-bermotif-kampanye-capres-OF37PoIGra.jpg Acara Jalan Sehat yang diduga bermotif kampanye capres dilaporkan ke Bawaslu (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Pemantau Pemilu Independen Indonesia menyambangi Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat. Mereka meminta Bawaslu RI mengawasi rencana acara jalan sehat dan reuni akbar tim 10 yang dilakukan relawan Roemah Djoeang pada Sabtu, 2 Februari 2019.

"Kedatangan kami ke sini untuk mengingatkan agar Bawaslu turun ke lapangan cek dan awasi kegiatan jalan sehat relawan Roemah Djoeang pada hari Sabtu nanti. Semoga Bawaslu bisa peka dan tidak 'masuk angin'," kata Humas Pemantau Pemilu Independen Indonesia, Aran di Gedung Bawaslu, Kamis (31/1/2019).

Aran mengatakan, kegiatan itu rencananya dimulai dari Balai Kota menuju Monumen Nasional (Monas). Ia berharap, acara jalan sehat tersebut tidak disusupi dengan kampanye terselubung dari salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Kita berikan peringatan kepada Bawaslu agar acara tersebut dipantau dan diawasi. Jangan sampai nanti ada pelanggaran muncul orasi bernuansa kampanye untuk pasangan nomor urut 02 (Prabowo-Sandi). Jika terjadi demikian, Bawaslu harus bisa memberikan sanksi tegas," ujarnya.

(Baca Juga: Dewan Pers Paparkan Fakta Tabloid Indonesia Barokah Bukan Produk Jurnalistik)

Selain itu, lanjut dia, akab adanya pembagian hadiah dari Relawan Roemah Djoeang berpotensi melanggar aturan kampanye dalam Pasal 41 PKPU Nomor 4 Tahun 2017. Dimana partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon dan/atau tim kampanye dilarang memberikan hadiah.

Dengan pertimbangan tersebut, maka dia kembali memperingatkan kepada Bawaslu untuk memantau acara jalan sehat yang diinisiasi relawan Roemah Djoeang karena berpotensi melanggar aturan kampanye.

"Bawaslu harus memberi sanksi tegas terhadap pelaksanaan jalan sehat apabila dalam pelaksanaannya ditemukan pelanggaran kampanye," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini