PSI Laporkan Spanduk Abal-Abal soal Dukungan LGBT ke Bawaslu

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 31 Januari 2019 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 31 606 2011978 psi-laporkan-spanduk-abal-abal-soal-dukungan-lgbt-ke-bawaslu-iP77DAngIh.jpg Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni (foto: Okezone)

JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan peristiwa pemasangan spanduk yang mencatut nama partai ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta. Spanduk tersebut bertuliskan "PSI Hargai Hak-hak LGBT."

Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Rian Ernest, mengatakan pihaknya tidak pernah mencetak atau memasang spanduk yang disebut abal-abal itu. Menurut dia, pemasangan spanduk tersebut merupakan penghasutan di tahun politik.

(Baca Juga: Dituding Jadi Biang Kerok "Indonesia Barokah", PSI Minta SBY Tertibkan Andi Arief) 

"PSI tidak pernah mencetak atau memasang spanduk seperti itu. Ini adalah penghasutan di dalam tahun politik," kata Rian dalam keterangan pers tertulisnya, Kamis (31/1/2019).

 

Dia menuturkan, dengan Closed Circuit Television (CCTV) yang banyak tersebar di Jakarta dan juga sidik jari di spanduk, PSI optimis pihak yang berwenang akan dapat mengungkapnya.

"PSI yakin ada kekuatan lama yang pro korupsi dan pro intoleransi di balik gerakan ini. Semoga Bawaslu beserta Gakkumdu segera menindaklanjuti laporan ini," tegas Rian.

Dalam laporan ini, Rian ditemani Sekretaris DPW PSI DKI Elva Farhi Qolbina, kuasa hukum PSI Anthony Winza, beserta beberapa kader.

(Baca Juga: Ahmad Dhani Divonis 1,5 Tahun Penjara, PSI: Jempolmu Harimaumu!) 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, spanduk yang mencatut nama PSI terkait menghargai-hak-hak LGBT ditemukan terpasang di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Spanduk tersebut kini telah ditertibkan petugas.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni menegaskan bahwa spanduk tersebut bukan dibuat oleh partainya. Ia menduga serangan sistematis ini dilakukan oleh kelompok politik yang terganggu oleh perjuangan PSI melawan korupsi dan intoleransi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini