Target volume pupuk subsidi pada tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, yakni 9,55 juta ton. Diharapkan volume tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal, sehingga realisasinya nanti sesuai kebutuhan petani atau RDKK yang diajukan petani.

Supaya distribusi pupuk subsidi di musim tanam tahun ini berjalan lancar, pemerintah melalui PT Pupuk Indonesia akan mendistribusikannya ke daerah yang saat ini sudah mau tanam, bahkan menjadi prioritas utama.
“Kami akan perhatikan ke daerah-daerah yang mau tanam. Jangan sampai daerah yang mau tanam ini distribusi pupuknya terlambat,” tegasnya.
Menurut Muhrizal, daerah yang petaninya sudah siap tanam seperti di sebagian besar di Jawa, Sumatera dan sejumlah daerah lain, harus mendapat perhatian khusus. Bahkan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani setempat sudah siap di kios-kios yang ditunjuk.
Selain daerah yang mau tanam, lanjutnya, pemerintah juga memperhatikan dan memprioritaskan ketersediaan pupuk subsidi di sejumlah daerah yang permintaannya relatif tinggi. Daerah yang permintaan pupuk subsidi tinggi tersebar di Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur), Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan.