nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Denny Indrayana Luncurkan Buku 'Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu'

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 17:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 01 337 2012552 denny-indrayana-luncurkan-buku-strategi-memenangkan-sengketa-pemilu-GF4qJZkMAb.jpeg Peluncuran buku 'Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu' karya Denny Indrayana. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Pakar hukum tata negara Denny Indrayana meluncurkan buku berjudul 'Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu'. Ia mengatakan, buku yang dibuatnya menghadirkan judul yang lebih teknis agar dapat menarik seluruh kalangan yang ingin mengetahui strategi memenangkan sengketa pemilihan umum.

"Ada yang tanya, 'Emang sudah tahu strateginya ya?' Ya strategi menang dalam artian beginilah cara menyiapkan alat bukti, beginilah kira-kira draf surat kuasa, dan seterusnya. Tolong diperhatikan, misalnya ada batas waktu yang sangat terbatas tiga hari setelah KPU sudah harus daftarkan permohonan dan lain-lain," kata Denny, di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019).

(Baca juga: Sebelum ke Polda Metro, Rocky Gerung Hadiri Peluncuran Buku Denny Indrayana)

Ia menuturkan, isi buku ini merupakan panduan yang dikumpulkan dari beberapa regulasi yang terserap dalam Undang-Undang dan Peraturan Mahkamah Konstitusi (MK), peratuaran Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan lainnya.

"Saya coba ramu jadi satu, bahkan dengan beberapa sedikit teori ketatanegaraan, komparasi sedikit, coba saya tulis," ujar Denny.

Denny Indrayana. (Foto: Okezone)

Oleh karena itu, dia berharap buku tersebut dapat berguna apabila ingin mengajukan gugatan sengketa pemilu ke MK secara benar.

(Baca juga: Nyopir di Melbourne, Denny Indrayana: Yang Penting Halal Bukan Hasil Korupsi!)

"Mudah-mudahan dari sini kita memahami arti pentingnya menjaga proses di MK, tidak hanya ujungnya, tapi prosesnya profesional," kata Denny.

Acara peluncuran buku pada hari ini turut dihadiri Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman; Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak; ahli hukum tata acara Bivitri Susanti; pengamat politik Rocky Gerung; dan mantan ketua MK, Mahfud MD.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini