JAKARTA - Media Sosial (Medsos) kembali dihebohkan oleh orang tak bertanggung jawab yang menyebarkan foto-foto prajurit TNI-Polri dengan menampilkan pose dua jari.
Pose itu digiring ke opini soal dukung-mendukung ke salah satu Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden di Pemilu 2019.
Kenyataannya, orang yang menyebarkan itu hanyalah ingin membuat sensasi dan masyarakat resah. Mengingat, dalam hal ini, TNI telah memastikan bahwa netral dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.
"Itu saya jamin foto yang dibuat sebelum deklarasi Capres atau Cawapres," ujar Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen) Mayjen Sisriadi saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Bahkan, setelah adanya deklarasi para Capres dan Cawapres di Pemilu serentak 2019 itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto langsung mengeluarkan instruksi kepada seluruh prajurit di tiap Matra untuk tidak menggunakan pose apapun yang bisa menimbulkan opini saat prosesi foto-foto.
"Soalnya setelah kedua pasangan deklarasi dan menyatakan penggunaa kode jari, Panglima TNI langsung mengeluarkan larangan menggunakan tanda jari," kata Sisriadi.