PSI Laporkan Spanduk Abal-Abal LGBT ke Bareskrim Polri

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 01 Februari 2019 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 606 2012230 psi-laporkan-spanduk-abal-abal-lgbt-ke-bareskrim-polri-rdnja3U2a0.JPG PSI laporkan soal temuan spanduk abal-abal dukungan LGBT ke Bareskrim Polri (Foto: Ist)

JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi melaporkan kasus spanduk "Hargai Hak-hak LGBT" yang mencatut nama partai berikut foto Ketum Grace Natalie dan Sekjen Raja Juli Antoni ke Bareskrim Mabes Polri. Spanduk itu sebelumnya ditemukan di beberapa titik di antaranya Tebet dan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

PSI membuat dua laporan polisi. Pertama, terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong (hoaks) terkait spanduk tersebut.

"Laporan pengaduan yang kami laporkan pertama berkaitan dengan pencemaran nama baik, penyebaran berita bohong berkaitan dengan spanduk abal-abal yang mengatasnamakan PSI," ujar Ketua DPP PSI, Sumardy usai membuat laporan di Kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

Laporan itu tertuang dalam LP/B/0136/I/2019/Bareskrim perkara pencemaran nama baik, fitnah dan penyebaran berita bohong atau hoaks. Dengan pasal Pasal 310 KUHP, 311 KUHP, Pasal 14 dan 25 KUHP. Tanpa ada nama terlapor.

Laporan kedua terkait pencemaran nama baik dan hoaks di media elektronik. PSI melaporkan akun pemilik akun Twitter @dppFSI (Front Santri Indonesia) dan pemilik akun Twitter @lembagaF (Lembaga informasi Front).

"Laporan kedua penyebaran berita bohong melalui media Twitter ada dua akun yang kami laporkan, bagaimana spanduk itu disebarkan melalui Twitter," tuturnya.

Grace Natalie

Laporan tersebut tertuang dalam LP/B/0135/I/2019/Bareskrim perkara pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong di media elektronik. Pasal yang disangkakan Pasal 27 ayat 3 UU ITE pencemaran nama baik melalui media elektronik, dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE penyebaran berita bohong melalui media elektronik.

Sumardy menegaskan spanduk tersebut adalah abal-abal. Karena tidak sesuai dengan format desain, font tulisan yang disediakan oleh pengurus pusat dalam situs resmi. Penulisan nama Ketum Grace Natalie pun menurutnya keliru karena tertulis 'Natali', bukan 'Natalie'. Menurutnya, spanduk itu bentuk ketakutan oleh pihak-pihak yang tidak suka dengan sepak terjang PSI. Sumardy menyebut pihak tak bertanggung jawab itu khawatir jika PSI bisa melanggeng ke DPR.

"Ini adalah bagian dari ketakutan mereka-mereka yang selama ini tergolong koruptor, pro terhadap intoleransi dengan kehadiran PSI ini bisa sedikit mengganggu kenyamanan mereka," ujar Sumardy.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini