Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menyoal Hegemoni Politik dan Ekspansi Ekonomi China di Kancah Global

Opini , Jurnalis-Sabtu, 02 Februari 2019 |17:59 WIB
 Menyoal Hegemoni Politik dan Ekspansi Ekonomi China di Kancah Global
Foto: Instagram
A
A
A

Berkaca ke masa lalu, kebijakan China ini dapat disebut sebagai aid diplomacy yang masif dilakukan pada masa Perang Dingin. Kebijakan ini dapat disandingkan dengan kebijakan Marshall Plan (Amerika Serikat) dan Molotov Plan (Uni Soviet) yang menancapkan pengaruh politik di negara-negara sekutu masing-masing blok melalui pembangunan ekonomi.

Perangkap utang yang dilakukan oleh China ini telah menjadi preseden nyata yang patut kita waspadai. Sebuah langkah tegas telah dilakukan oleh tetangga kita, Malaysia yang telah memutuskan untuk membatalkan proyek jalur kereta api bernilai US$20 miliar (sekitar 280 triliun rupiah) yang diongkosi China. Untuk itu, pemerintah Republik Indonesia perlu mengkalkulasi ulang kapasitas, urgensi, serta benefit sharing dalam setiap bentuk kerja sama dengan China, terlebih investasi yang menggunakan skema utang.

Polarisasi Kekuatan Politik Global

Untuk memperkuat tentakel kekuasannya yang agresif, China menggandeng kekuatan besar lainnya. China menjalin aliansi dengan seteru lama AS, Rusia dan mengambil sikap berseberangan dengan kebijakan luar negeri AS dan sekutunya. Yang terbaru, kedua raksasa tersebut kompak mengecam AS atas kecamuk politik yang menimpa Venezuela dan sama-sama mendukung pemerintahan Nicolas Maduro. Sementara AS dan negara lain meng-endorse pemimpin oposisi Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido.

Sikap China yang tampak makin terbuka dan berterus terang dalam konflik berskala internasional ini dapat dilakukan seiring dengan semakin melemahnya hegemoni politik dan ekonomi AS dan Uni Eropa. Professor Graham Allison dari Harvard Kennedy School mempopulerkan istilah ‘Thucydides’ Trap’, untuk menjelaskan sebuah fenomena, yaitu di saat kekuatan yang sedang berkembang mencoba untuk menggeser kekuatan hegemonik dalam politik internasional, konflik besar seringkali tidak terelakkan.

Graham Allison mencatat terdapat 16 (enam belas) kali momen historis di mana terjadi kasus ‘Thucydides’ Trap’, mulai dari konflik kerajaan Spanyol dengan Portugal pada akhir abad 15, sampai dengan perang dingin antara AS versus Uni Soviet. Dua belas kasus di antaranya berakhir dengan perang (termasuk perang dunia I dan II). Kini dengan dua aktor utama yang berbeda yaitu China dan AS, skenario sejarah bisa saja terulang.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement