Koordinasi dengan semua rumah sakit yang ada di daerah ini juga dilakukan dalam kaitan dengan pelayanan sekaligus pencatatan jumlah pasien DBD.
"Jadi ada 12 rumah sakit di kota ini yang menjadi pintu masuk layanan dan juga sumber data kami untuk selanjutnya akan dilakukan penyelidikan epidemiologi," katanya.
Terkait ketersediaan obat-obatan, Sri Wahyuningsih mengaku masih sangat tersedia dan siap disuplai ke setiap puskesmas dan puskesmas pembantu yang ada di daerah ini.
Kepada masyarakat, diimbau untuk tetap menjaga lingkungan tempat tinggal agar tetap bersih dan tidak menjadi sarang pengembang biakan jentik nyamuk, serta terus melakukan aksi 3M plus.
"Penyakit ini berbasis lingkungan dan karena itu kita berharap masyarakat untuk bisa menjaga lingkungan tempat tinggal agar selalu bersih," kata Sri Wahyuningsih.
Seiring masih berlangsungnya curah hujan di provinsi ini, maka bukan tidak mungkin masih akan terjadi korban baik terpapar DBD maupun yang meninggal. Karena itu, setiap masyarakat diharap untuk bisa mawas diri dengan selalu membersihkan lingkungannya agar terhindar dari genangan yang menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk anopoheles.
Setidaknya langkah ini akan bisa mengurangi gigitan nyamuk itu yang membawa virus demam berdarah dengue.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.