Gempa yang mengguncang wilayah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Sumatera Barat ini, tercatat pada pukul 16.03 WIB dengan kekuatan gempa 5,3 SR, dan gempa pada pukul 16.27 WIB dengan kekuatan 6.0 SR.
Kemudian, gempa susulan pada pukul 16.45 WIB, berkekuatan 4.6 SR. Lalu, gempa pada pukul 16.49 WIB, berkekuatan 3.7 SR, gempa pada pukul 16.58 WIB dengan kekuatan 5.2 SR, dan gempa pukul 17.06 WIB berkekuatan 4.1 SR.
"Yang tercatat di stasiun Geofisika Kepahiang Bengkulu, ada 6 kejadian gempa bumi," kata Alexander, saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (2/2/2019).
Alexander Parera menjelaskan, gempa di wilayah Mukomuko, akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.
Di mana, konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi, yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault).