nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paus Fransiskus Memulai Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 03 Februari 2019 12:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 03 18 2013186 paus-fransiskus-memulai-kunjungan-bersejarah-ke-uni-emirat-arab-Y6idup0OjB.jpg Paus Fransiskus akan ke UEA (Getty Images)

PAUS Fransiskus akan tiba di Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (3/2/2019). Dia merupakan Paus pertama yang mengunjungi semenanjung Arab.

Kunjungan Paus Fransiskus ini merupakan tindak lanjut dari undangan putra mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan, untuk ikut serta dalam konferensi antaragama.

Paus Fransiskus akan menghadiri Misa, pada Selasa 5 Februari mendatang, yang diharapkan akan dihadiri 120.000 orang.

Kunjungan ini akan diawasi dengan cermat untuk setiap referensi tentang perang di Yaman.

Sebelumnya, Paus Fransiskus mengutuk konflik itu, di mana UEA terlibat sebagai bagian dari koalisi yang dipimpin Saudi.

Tahun lalu, Paus mengimbau masyarakat internasional "untuk menghindari memburuknya situasi kemanusiaan yang sudah tragis" di Yaman.

UEA juga merupakan rumah bagi hampir satu juta umat Katolik Roma, kebanyakan dari mereka berasal dari Filipina atau India.

Paus Fransiskus (Reuters)

Dalam sebuah pesan video pada Kamis, Paus berkata: "Saya senang atas kesempatan ini yang Tuhan berikan kepada saya untuk menulis, di tanah Anda, halaman baru dalam sejarah hubungan antar agama.

"Iman kepada Tuhan menyatukan dan tidak memecah belah, itu membuat kita semakin dekat meskipun ada perbedaan, itu menjauhkan kita dari permusuhan dan kebencian."

Dia menyebut UEA sebagai "negara yang berusaha menjadi model koeksistensi, persaudaraan manusia, dan tempat pertemuan di antara beragam peradaban dan budaya".

Sementara di Abu Dhabi, Paus juga akan bertemu Sheikh Ahmed al-Tayeb, imam besar masjid al-Azhar Kairo yang merupakan panutan bagi Muslim Sunni.

Para pejabat Vatikan mengatakan mereka berharap kunjungan itu akan membuka jalan bagi kehadiran gereja yang lebih kuat di UEA, untuk melayani komunitas Katolik.

"Kami membutuhkan lebih banyak gereja. Kami membutuhkan lebih banyak imam," kata seorang pejabat, dikutip oleh Reuters.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini