nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kawanan Harimau "Teror" Warga di Kebun Karet Banyuasin

Mewan Haqulana , Jurnalis · Minggu 03 Februari 2019 13:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 03 340 2013194 kawanan-harimau-teror-warga-di-kebun-karet-banyuasin-MH8QJrehCz.jpg Ilustrasi Harimau (FOTO: WWF)

BANYUASIN -  Warga Desa Pelajau Kecamatan Banyuasin III Kabupaten, Banyuasin akhir-akhir ini tidak berani nyadap getah karet. Pasalnya ada dua bayi harimau dan induknya kerap berkeliaran di kebun karet warga.

Teror kawanan Harimau tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Pelajau, Edi Anhar. Menurutnya, sudah banyak warga yang mengaku telah melihat langsung penampakan tiga ekor harimau itu, di kebun karet.

"Dari informasi warga, ada tiga harimau, satu sebesar anak sapi dan dua lagi besar sedikit dari kucing. Ketiga nya terlihat kurus," katanya, Ahad (3/1/2019).

Baca Juga: Mencekam, 2 Harimau Kebun Binatang Semarang Lepas dari Kandang

Kawanan

Harimau tersebut sering kali terlihat di sekitaran perkebunan karet Desa Pelajau Ilir dan Desa Regan Agung yang berbatasan langsung dengan Desa Pelajau.

"Sejauh ini tidak membahayakan warga, tapi walau bagaimanapun harimau adalah hewan buas. Takutnya membahayakan warga dan keselamatan harimau itu sendiri bila terjadi konflik, apalagi hewan ini dilindungi undang-undang," katanya.

Dia juga mengimbau pada warga agar berhati-hati, bila perlu untuk sementara ini jangan ke kebun dahulu, sampai situasi dipastikan aman. Takutnya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Apalagi harimau ini baru punya anak, biasanya lebih agresif.

"Induk ayam saja kalau anaknya yang baru netas didekati, suka menyerang. Apalagi ini harimau yang memang hewan buas," ingatnya.

Baca Juga: Mencekam, 4 Harimau Sumatera Berkeliaran di Kebun Warga

Harimau

Pemerintah desa setempat telah melaporkan prihal ini ke kecamatan dan petugas Manggala Agni di Banyuasin, agar diteruskan ke BKSDA.

"Rencananya, Senin besok (4/1/2019), pihak terkait akan turun ke lapangan menelusuri jejak harimau tersebut," jelasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini