Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ditolak Berhubungan Badan, Kakek 89 Tahun Tembak Seorang PSK

ABC News , Jurnalis-Selasa, 05 Februari 2019 |16:56 WIB
Ditolak Berhubungan Badan, Kakek 89 Tahun Tembak Seorang PSK
Domenico Natale. Foto/The Advocade
A
A
A

Seorang kakek berusia 89 tahun di Melbourne, Australia bernama Domenico Natale menembak seorang pekerja seks perempuan yang menolak melayaninya telah dikenai hukuman penjara empat tahun enam bulan.

Di bulan Juli 2017, Natale menunggu di depan rumah bordil resmi Romantics Brothel di kawasan Brunswick, bersenjatakan senjata laras pendek sebelum mendekati seorang pekerja seks bernama Rica dan melakukan tembakan dua kali.

Dalam keputusannya, Hakim Lesley Ann Taylor mengatakan tindakan Natale tersebut 'mengerikan' dan membuat para pekerja di dunia industri seks di Victoria ketakutan.

"Anda menunggu selama 28 menit, anda keluar dan menyandang senjata di bahu, dan mengarahkan ke Rica dari jarak sekitar 7 meter, melepaskan tembakan." kata Hakim Taylor, menyitir ABC News.

Natale mulai membayar untuk layanan seksual di tahun 2012, setelah istrinya terkena kanker, dan mulai memesan Rica untuk layanan teratur sejak istrinya meninggal.

Di tahun 2017, Rica memutuskan bahwa dia tidak mau lagi melayani Natale dan karenanya menolak bila ada 'bookingan' dari kakek tersebut.

Baca: Selama 6 Tahun, Calon Polisi Terbaik Ini Selidiki Pasangan Kencan Pakai Data Kepolisian

Baca: Australia Semakin Banyak Tangkap Pria Miliki Konten Pornografi Anak-Anak, Salah Satunya WNI

Hakim Taylor mengatakan Natale kemudian mengirimkan serangkaian SMS bernada cacian dan ancaman terhadap Rica antara lain mengatakan "ingat kamu sudah menghancurkan kehidupan seks saya." dan 'saya bisa melupakan kamu namun saya tidak akan memaafkan.'

Tanggal 21 Juli 2017, Natala berkendara ke Romantics Brothel dan menembak Rica dua kali di saat perempuan itu baru datang ke tempat kerja, namun untungnya tembakan itu meleset.

Foto/ABC News

Dia kemudian menelpon pekerja seks lain dan mengancam akan menembaknya bila dia melapor ke polisi.

Natale kemudian menembak perutnya sendiri di tepi jalan raya di Melbourne, Calder Freeway.

Natale pengecut dan berbahaya

Natale kemudian dibawa ke rumah sakit dan sekarang harus menggunakan kantong buatan di bagian perut untuk membuang kotoran dari tubuhnya.

Sebelumnya, pria berusia 89 tahun tersebut sudah mengaku bersalah atas empat tuduhan yang dijatuhkan terhadapnya.

Hakim Taylor memuji Natale karena dengan mengaku bersalah, Rica tidak harus memberikan kesaksian di pengadilan.

Namun Hakim mengatakan Natale melakukan tindakan pengecut dan berbahaya dan tidak saja membuat Rica ketakutan namun juga yang lain.

Dengan hukuman empat tahun enam bulan, Natale harus menjalani hukuman tahanan mininum selama 18 bulan.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement