Selama 6 Tahun, Calon Polisi Terbaik Ini Selidiki Pasangan Kencan Pakai Data Kepolisian

ABC News, · Minggu 03 Februari 2019 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 03 18 2013231 selama-6-tahun-calon-polisi-terbaik-ini-selidiki-pasangan-kencan-pakai-data-kepolisian-AaaPQMzCZ6.jpg Adrian Trevor, mantan polisi yang mengakses data 92 perempuan calon pasangan kencan. Foto/ABC News

Seorang mantan petugas polisi dipenjarakan selama enam bulan karena mengakses rincian pribadi hampir 100 perempuan secara ilegal. Informasi itu digunakannya untuk menentukan apakah mereka pasangan kencan yang "cocok".

Adrian Trevor Moore adalah veteran 28 tahun dari Kepolisian Australia Barat dan sempat dinominasikan sebagai polisi terbaik tahun 2011, mengutip ABC NEWS.

Mantan polisi senior itu mengaku bersalah atas 180 dakwaan menggunakan basis data polisi yang aman untuk mengakses informasi 92 perempuan yang telah bertemu, berinteraksi dengannya di sejumlah situs kencan termasuk Tinder dan Plenty of Fish.

Baca: Puluhan Kuda dan Hewan Liar di Australia Mati Akibat Suhu Ekstrem

Baca: Belasan Perwakilan Asing di Australia Dapat Kiriman Paket Mencurigakan

Sepertiga perempuan itu diperiksa datanya oleh Moore beberapa kali selama beberapa tahun.

Rincian satu korban diakses 13 kali selama enam tahun.

Selidiki calon teman kencan

Pengacara terdakwa, Mark Andrews, mengatakan kepada Pengadilan Magistrasi Perth bahwa Moore termotivasi oleh "keingintahuan" dan berusaha untuk menentukan "kesesuaian" para perempuan yang ia pertimbangkan untuk dikencani.

Andrews mengatakan kliennya "bodoh ... memutuskan untuk melakukan uji kelayakan" kepada para perempuan itu sebelum bertemu dengan mereka.

Namun jaksa Tom Pontre mengatakan kepada pengadilan bahwa pelanggaran Moore selama lebih dari 12 tahun sama dengan "pelanggaran kepercayaan yang terus menerus".

Hakim Geoff Lawrence setuju dan mengatakan hukuman penjara diperlukan.

"Harus ada putusan yang menunjukkan apa yang akan terjadi jika petugas data di era digital kita benar-benar mengakses informasi untuk keuntungan mereka sendiri," katanya.

"Jika masyarakat tak bisa mempercayai pejabat publik ... maka mereka akan kehilangan kepercayaan pada sistem."

Moore juga didenda AU$ 2.000 atau setara Rp 20 juta karena memiliki gambar tak senonoh.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini