Sebelumnya, Jokowi dalam kampanyenya di Surabaya, Sabtu 2 Februari menyindir bahwa pemakaian hoaks dan Propaganda Rusia digunakan salah satu pasangan capres-cawapres untuk menyerang dalam kampanye pilpres.
Jokowi pun meminta cara-cara kampanye semacam itu harus diakhiri untuk menciptakan kondisi demokrasi yang santun di kalangan masyarakat Indonesia.
"Cara-cara politik seperti ini harus diakhiri, menyampaikan semburan dusta, semburan fitnah, semburan hoaks, teori propaganda Rusia yang kalau nanti tidak benar, lalu minta maaf. Akan tetapi, besoknya keluar lagi pernyataan seperti itu, lalu minta maaf lagi," kata Presiden Jokowi di Kantor Redaksi Jawa Pos, Graha Pena, Surabaya.
(Baca Juga: Ma'ruf: Saya Ini Alat Kebaikan untuk Membangun Kemanfaatan)