nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

122 Korban Tewas Jebolnya Bendungan di Brasil Sudah Teridentifikasi

Antara, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 11:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 07 18 2014753 korban-tewas-jebolnya-bendungan-di-brasil-mencapai-142-orang-MW0KKsjDfB.jpg Bendungan di Brasil jebol. (Foto: Minas Gerais Fire Department/AFP/Ho)

RIO DE JANEIRO – Jumlah korban tewas jebolnya bendungan di Brumadinho, Negara Bagian Minas Gerais, Brasil, mencapai 142 orang. Hal ini sebagaimana dilaporkan pihak berwenang setempat pada Selasa 5 Februari 2019.

Mengutip dari Antaranews, Kamis (7/2/2019), kantor berita Xinhua melaporkan sebanyak 122 dari 142 korban meninggal sudah diketahui identitasnya. Secara keseluruhan, 194 orang masih hilang. Mereka terdiri dari penduduk lingkungan setempat dan karyawan perusahaan Vale.

Tim-tim penyelamat sedang menjalankan upaya mereka di beberapa daerah untuk menemukan lebih banyak korban. Sekira 400 orang terlibat dalam upaya penyelamatan.

Setengah dari jumlah itu adalah para petugas pemadam kebakaran dari Minas Gerais dan setengahnya lagi terdiri dari petugas Pasukan Keamanan Umum Nasional, pemadam kebakaran dari berbagai negara bagian, serta sukarelawan.

Sebelumnya pada Selasa lalu, lima insinyur dan manajer ditahan karena dianggap bertanggung jawab terkait ambruknya bendungan. Mereka mendapat 'habeas corpus' (surat perintah untuk dihadapkan ke pengadilan) dari Pengadilan Brasil dan telah dibebaskan.

(Foto: Reuters)

Kelima orang itu, tiga di antaranya adalah karyawan Vale dan dua lainnya merupakan pegawai kontrak, sebelumnya ditahan terkait keselamatan bendungan atau dianggap bertanggung jawab dalam mendapatkan izin.

Limbah pertambangan yang berhamburan dari bendungan ambruk tersebut terus mengalir ke Sungai Paraopeba. Para pakar mengatakan sungai ini menjadi mati, seperti yang juga terjadi pada Sungai Doce ketika insiden serupa muncul di Mariana, juga di Negara Bagian Minas Gerais, pada akhir 2015.

Beberapa kota di sekitar sungai menghadapi masalah karena sungai tersebut tidak mungkin digunakan sebagai sumber untuk mendapatkan air bersih. Sejumlah kota telah menyatakan status darurat atau status bencana.

Sebagai tambahan, sebuah hasil penelitian yang diumumkan pada Selasa oleh Yayasan Oswaldo Cruz, yaitu lembaga kajian epidemiologi dan keamanan masyarakat Brasil, memperkirakan bahwa kota-kota di sekitar Sungai Paraopeba kemungkinan menghadapi wabah penyakit-penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti demam kuning atau demam berdarah. Keadaan yang sama terjadi saat insiden Mariana.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini