nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apartemen di Turki Ambruk, 3 Lantai Paling Atas Ternyata Dibangun Tanpa Izin

ABC News, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 13:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 07 18 2014809 apartemen-di-turki-ambruk-3-lantai-paling-atas-ternyata-dibangun-tanpa-izin-PHjrxDxC2q.jpg Apartemen delapan lantai di Turki ambruk pada Rabu sore. (Foto: Emrah Gurel/AP)

SEBUAH apartemen berlantai delapan di Kota Istanbul, Turki, tiba-tiba runtuh. Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya mengatakan, tiga lantai paling atas apartemen tersebut ternyata dibangun tanpa izin.

Dalam kejadian ini, dua orang tewas dan masih banyak korban terperangkap di dalam reruntuhan gedung.

Kejadian itu berlangsung pada Rabu 6 Februari 2019, sekira pukul 16.00 waktu setempat. Di kawasan tersebut diketahui memang banyak berisi perumahan warga.

Rekaman kamera CCTV dari televisi lokal Habel Turk menunjukkan beberapa orang, termasuk murid sekolah yang terlihat masih membawa tas ransel di punggung, berlarian menghindar ketika apartemen itu runtuh dan debu memenuhi lokasi di sana.

Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya mengatakan, gedung yang berisi 43 orang itu sebenarnya hanya diizinkan dibangun lima lantai. Dia menambahkan bahwa toko bahan pakaian di lantai dasar gedung tersebut juga tidak memiliki izin.

(Baca juga: Apartemen Ambruk di Turki, Seorang Tewas)

Apartemen di Turki ambruk. (Foto: AP)

Mantan perdana menteri Turki, Binali Yildirim, mengatakan kepada wartawan di lokasi kejadian bahwa enam orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan. Para petugas juga sudah mengadakan kontak dengan empat orang lain yang masih tertimbun.

Belum diketahui dengan jelas berapa orang yang masih terperangkap di bawah reruntuhan. Kantor jaksa penuntut setempat telah memulai penyelidikan mengenai runtuhnya gedung yang berusia 27 tahun tersebut.

Yildrim juga mengatakan penghuni gedung-gedung di sebelah apartemen yang runtuh tersebut telah dievakuasi sebagai tindakan berjaga-jaga jika ada kerusakan.

Setelah runtuhnya apartemen itu, pihak berwenang segera menutup wilayah tersebut karena warga semakin banyak yang datang untuk menyaksikan operasi penyelamatan.

Lembaga pemantau media Turki kemudian mengumumkan bahwa kantor kejaksaan telah memerintahkan tidak adanya pemberitaan mengenai kejadian ini karena sedang dilakukan penyelidikan.

Stasiun televisi Turki pun segera menghentikan siaran langsung dari lokasi kejadian.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini