nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Lampung Tengah Kembali Diperiksa KPK sebagai Tersangka

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 09:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 07 337 2014701 bupati-lampung-tengah-kembali-diperiksa-kpk-sebagai-tersangka-of1oXWDazy.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati non-aktif Lampung Tengah, Mustafa (Mus) sebagai tersangka. Kali ini, Mustafa diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap DPRD Lampung Tengah terkait pinjaman daerah pada APBD 2018.

"Bupati Lampung Tengah, Mus, ‎diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Selain Mustafa, KPK juga memeriksa PNS di Dinas Bina Marga Lampung Tengah, Supr‎anowo. Namun, Supranowo diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Mustafa.

Sebelumnya, KPK kembali menetapkan Bupati Lampung Tengah, Mustafa (MUS) sebagai tersangka. Kali ini, Mustafa dijerat kasus ‎dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungannya tahun anggaran 2018.

 dj

Dalam kasus ini, Mustafa diduga menerima fee dari izin proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10 persen hingga 20 persen dari nilai proyek. Total, Mustafa diduga telah menerima suap dan gratifikasi sekira Rp95 miliar dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018.

Sebagian uang Rp95 miliar tersebut diduga berasal dari Budi Winarto dan Simon Susilo. Kedua pengusaha itu disinyalir menyuap Mustafa untuk mendapatkan proyek di lingkungan Lampung Tengah. Adapun, proyek yang akan digarap berasal dari dana pinjaman daerah tahun anggaran 2018.

KPK pun telah menetapkan Budi Winarto dan Simon Susilo sebagai tersangka pemberi suap kepada Mustafa.

Mustafa sendiri telah divonis 3 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan terkait perkara suap persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018. Dalam pengembangan perkara, KPK menemukan bukti baru dan kembali menetapkan Mustafa sebagai tersangka.

 sd

Atas perbuatannya, Mustafa disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 KUHP.

Sedangkan dua pengusaha dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini