nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Sinabung Berstatus Awas, Masyarakat Diimbau Waspadai Banjir Lahar Dingin

Neneng Hasanah, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 13:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 07 340 2014793 gunung-sinabung-berstatus-awas-masyarakat-diimbau-waspadai-banjir-lahar-dingin-vphEUCV8ud.jpg Ilustrasi Gunung Sinabung

JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) terus melakukan pemantuan terhadap aktivitas gunung api di penjuru Indonesia. Salah satunya Gunung Sinabung yang masih berstatus awas atau level IV, hingga saat ini.

Status tersebut membuat PVMBG mengimbau masyarakat dan pengunjung Gunung Sinabung untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 7 kilometer untuk sektor selatan-tenggara dan 6 kilometer dari untuk sektor tenggara-timur.

“Masyarakat atau pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km untuk sektor utara-barat, 4 km untuk sektor selatan-barat, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur,” tulis petugas PVMBG, seperti dikutip Okezone dari situs resminya, Kamis (7/2/2019).

Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung, juga diharapkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar dingin terutama pada saat terjadi hujan lebat.

Gunung Sinabung

(Baca Juga: Gunung Sinabung Status Awas, Tercatat Sudah 6 Kali Alami Gempa)

Sebagaimana informasi dari situs resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, rekaman seismograf menunjukkan bahwa gunung yang terletak di Karo, Sumatera Utara itu mengalami 9 kali gempa hembusan, 2 kali gempa tektonik lokal, dan 3 kali gempa tektonik jauh pada 6 Februari 2019.

“Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 200 meter dari puncak, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat,” tulis petugas PVMBG.

Laporan terakhir tercatat pada 22 Juni 2018 pukul 09.06 WIB, erupsi terjadi di Gunung Sinabung dengan ketinggian kolom abu sekira 3.460 meter di atas permukaan laut atau sekira 1.000 meter di atas pucak. Angin pun bertiup ke arah barat-selatan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini