nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buni Yani Akan Dipindah ke Kamar Santri di Lapas Gunung Sindur

CDB Yudistira, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 08:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 07 525 2014691 buni-yani-akan-dipindah-ke-kamar-santri-di-lapas-gunung-sindur-G0m1zJErGE.jpg Buni Yani di Lapas Gunung Sindur, Bogor. (Foto: Okezone)

BANDUNG – Buni Yani, terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), bakal mendapat kamar khusus di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Buni Yani akan menempati sel bebas asap rokok.

"Nantinya dipindahkan di kamar santri," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat Abdul Aris, di Bandung, Kamis (7/2/2019).

Pemindahan kamar ini dilakukan untuk membuat Buni Yani nyaman. Pasalnya, kata Aris, ‎ada beberapa pertimbangan untuk menentukan tempat bagi Buni Yani.

(Baca juga: Tanpa Rompi Tahanan, Buni Yani Dieksekusi ke Lapas Gunung Sindur)

Menurut Aris, salah satu pertimbangannya dengan melihat keseharian Buni Yani. Dia dinilai memiliki pengetahuan agama yang cukup baik dan bisa dimaksimalkan untuk lingkungan lapas.

"Beliau kan ngaji, gabung sama santri. Pertama, dia itu enggak (bisa) ada yang ngerokok, kalau kumpul sama orang-orang santri tentunya lebih baik nantinya, nyaman, (penempatan) itu dari kita," ucap Aris.

"Kita lihat assessment ini orangnya gimana? Enggak sembarangan main taruh, ada assessment dulu. Kalau dia ada pengetahuan agamannya tinggi, ya kita manfaatkan saja buat dia sendiri maupun buat lingkungnnya. Memang ada kelompok santri di situ. Satu kamar isinya 10 sampai 12 orang," ujar Aris.

Saat ini, lanjut dia, ‎Buni Yani tengah menjalani masa pengenalan lingkungan. Buni Yani ditempatkan di blok umum selama menjalani masa pengenalan lingkungan dengan rentang waktu 1 sampai 10 hari.

"Ya belum bisa dibesuk. Setelah (masa pengenalan) ini paling," kata Aris.

(Baca juga: Buni Yani Sumpahi Pihak-Pihak yang Menuduhnya Bersalah Masuk Neraka!)

Buni Yani sendiri divonis bersalah melanggar Pasal 32 Ayat (1) UU ITE dalam putusan di Pengadilan Negeri Bandung terkait potongan video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika masih menjabat gubernur DKI Jakarta pada 6 Oktober 2016.

Buni Yani sempat mengajukan kasasi, namun ditolak Mahkamah Agung (MA). ‎

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini