Tujuh Jam Diperiksa sebagai Saksi, Ketua PA 212 Dicecar 57 Pertanyaan

Bramantyo, Okezone · Kamis 07 Februari 2019 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 07 605 2015057 tujuh-jam-diperiksa-sebagai-saksi-ketua-pa-212-dicecar-57-pertanyaan-hiN9T3RJFL.jpg Ketua PA 212 dan Amien Rais (Foto; Bramantyo/Okezone)

SOLO - Selama hampir tujuh jam lamanya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif diperiksa di ruang penyidik Satuan Reskrim Polresta Surakarta. Pasalnya, dirinya dicecar sekira 57 pertanyaan dari Tim Penyidik.

Pertanyaan tersebut berkaitan orasi atau ceramahnya saat pelaksanaan tablig akbar PA 212 Solo Raya di Gladak, Jalan Slamet Riyadi, pada Minggu 13 Januari 2019.

 Baca juga: Amien Rais Kawal Pemeriksaan Ketua PA 212 di Mapolresta Solo

"Pertanyaan penyidik seputar isi ceramah pada saat acara Tablig Akbar di Solo, 13 Januari 2019 lalu," jelas Slamet Maarif usai diperiksa, Kamis (7/2/2019) malam.

Dirinya membantah melakukan kampanye untuk pasangan Prabowo-Sandi. Kapasitas dirinya berada dalam acara tersebut adalah sebagai Ketua PA 212 juga ulama yang diundang sebagai pembicara.

 https://img-o.okeinfo.net/content/2019/02/07/605/2014812/amien-rais-kawal-pemeriksaan-ketua-pa-212-di-mapolresta-solo-BcaI0J6I3b.jpg

"Saya menjelaskan isi ceramah tentang ajakan umat muslim agar saling menghormati. Tidak ada pemaparan visi misi capres-cawapres sesuai UU Pemilu. Saya tidak melakukan kampanye di acara itu," tegasnya.

 Baca juga: Pojokkan Mbah Moen, TKN: Fadli Zon Harusnya Minimal Tahu Sopan Santun

Selain memeriksa Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif, tim penyidik juga memeriksa panitia bagian perizinan Tablig Akbar 212 di Solo sebagai saksi, Endro Sudarsono.

Saat menjalani pemeriksaan Endro menjawab sekitar 57 pertanyaan dari tim penyidik.

Disampaikan Endro Sudarsono, dirinya saat acara Tablig Akbar tersebut tidak berada di lokasi karena sedang mengajar di ponpes sehingga pertanyaan sebanyak 57 bisa dijawab terbatas.

Menurut Endro, seluruh panitia berkomitmen bahwa acara Tablig Akbar melarang atribut partai, kaus, atau alat peragaan kampanye di tempat acara. Sebelumnya pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Bawaslu.

 Baca juga: Ketua PA 212 Slamet Maarif Ikut Pertemuan PKS, PAN, dan Gerindra?

"Kami bersinergi dengan Bawaslu dan KPU," jelasnya.

Sementara itu Kapolresta Solo Komisaris Besar Ribut Hari Wibowo sebut pemeriksaan terhadap Slamet Maarif merupakan tindak lanjut pelimpahan berkas perkara hasil keputusan Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang dipimpin Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo.

Sebanyak 11 saksi telah hadir hari ini dan sudah dimintai keterangan dalam kasus adanya dugaan pelanggaran pemilu ini. Baik itu saksi terlapor, pelapor serta empat orang saksi ahli.

" Saksi ahli meliputi hukum, bahasa, UU, dan agama. Jumat (besok) rencana akan ada gelar perkara kasus ini," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini