nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siswa SD di Kulonprogo Ujian di Dalam Kelas Basah

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 13:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 08 510 2015290 siswa-sd-di-kulonprogo-ujian-di-dalam-kelas-basah-L5QKNrHhLB.jpg Siswa SD di Kulonprogo ujian di dalam kelas basah (Foto: Kuntadi)

KULONPROGO – Banjir yang merendam sekolah tidak mengurangi semangat siswa kelas 6 SD Conegaran dan SD Ngulakan di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta untuk mengikuti ujian sekolah tingkat kecamatan. Ujian sudah dilaksanakan sejak Senin 4 Februari 2019 lalu dan hari ini, memasuki hari ke empat.

Meski dingin dan harus bekerja bakti lebih dulu, mereka tetap semangat untuk mengerjakan naskah soal ujian. "Tetap bisa mengerjakan soal," ujar salah seorang siswa SD Ngulakan, Khusnun Aliyah, Jumat (8/2/2019).

Meski begitu Khusnun mengaku cukup terganggu dengan kondisi ini. Apalagi, sebelum ujian juga harus bersih-bersih lantai dan ruangan kelas yang empat terendam air. Barulah kering bisa dipakai ujian dengan kondisi yang dingin dan lembab.

"Tadi bersih-bersih dulu baru ujian, ya mengganggu," katanya.

(Baca Juga: Kekerasan terhadap Siswa Masih Marak, Guru Berdalih 'demi Kedisiplinan'

Kepala SD Ngulakan, Maryono mengatakan, mereka tetap menggelar ujian sekolah yang merupakan latihan ujian tingkat kecamatan. Sejak pagi guru dan siswa melakukan kerja bakti membersihkan ruangan.

Khusus kelas 6, begitu selesai mebersihkan ruangan diminta masuk untuk melakukan ujian. Sedangkan kelas 1 dan 2 dipulangkan lebih awal. Sedangkan kelas 3 sampai 5 meneruskan kerja bakti.

 Siswa SD Kulonprogo kerja bakti

Maryono menambahkan, dari 23 siswa kelas 6, ada dua yang terpaksa tidak bisa mengikuti ujian karena sakit. Ditambah kondisi lantai basah dan ruangan yang lembab, lebih baik siswa tersebut istirahat di rumah.

"Apalagi guru juga sempat ada yang mengecek ke rumah siswa. Pelaksanaan ujian harus molor dari jadwal karena siswa harus kerja bhakti dulu," ujarnya.

(Baca Juga: Lagi, Polisi Tetapkan Tersangka Pembakaran Sekolah di Palangkaraya, Satu Orang Anggota Legislatif?

Masalah ini juga sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk minta ditindaklanjuti. Namun, sampai sekarang keinginan untuk meninggalkan lokasi sekolah belum terkabulkan.

"Kita sudah minta sampaikan ke Dinas untuk ditinggikan," kata Pengawas SD Kecamatan Pengasih, Teguh Purwantari.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini