CARACAS – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menggelar apa yang disebutnya sebagai “latihan militer terpenting sepanjang sejarah”, untuk mempersiapkan militernya menghadapi kemungkinan invasi atau intervensi dari Amerika Serikat (AS) yang mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden interim Venezuela.
Latihan militer yang akan digelar sampai 15 Februari dan akan menjadi latihan militer terbesar sepanjang 200 tahun sejarah Venezuela.
BACA JUGA: Krisis Venezuela: Orang-Orang Ini Siap Mati untuk Presiden Maduro
“Kita harus bersiap untuk membela kedaulatan (Venezuela), integritas wilayah, kemerdekaan,” kata Maduro dalam pidatonya di Benteng Guaicaipuro, Negara Bagian Miranda sebagaimana dilansir RT, Senin (11/2/2019).
Orgulloso de la capacidad, logística y de despliegue de nuestra digna Milicia Nacional Bolivariana. ¡Rumbo a los 2 Millones de Milicianos y Milicianas! pic.twitter.com/0Dp9KnviPe
— Nicolás Maduro (@NicolasMaduro) February 11, 2019
Pidato Maduro menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa AS akan berusaha melakukan penggantian rezim di Venezuela dan dukungan Washington terhadap Guaido akan meningkat menjadi sebuah invasi militer ke negara Amerika Latin itu.
BACA JUGA: Trump: Penggunaan Kekuatan Militer di Venezuela adalah "Suatu Opsi"
Guaido yang memproklamirkan diri sebagai presiden interim Venezuela dan mendapat dukungan dari AS dan sekutu-sekutunya di Eropa dan Amerika Latin, telah menyatakan bahwa dia tidak mengesampingkan untuk membuat keputusan kontroversial demi intervensi kemanusiaan. Sementara Presiden AS, Donald Trump juga telah menyatakan bahwa Washington mempertimbangkan semua kemungkinan dalam merespons situasi di Venezuela, termasuk invasi militer.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.