nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sambangi KPK, Kedubes Inggris Bahas Pencegahan Korupsi Antarnegara

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 16:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 11 337 2016400 sambangi-kpk-kedubes-inggris-bahas-pencegahan-korupsi-antarnegara-PNO1phjiep.jpg KPK bertemu dengan Kedubes Inggris (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn menyambangi markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada hari ini. Kedatangan Rob Fenn ke KPK untuk membahas pencegahan korupsi lintas negara.

"Hari ini kami membicarakan khususnya beberapa hal yang berhubungan tentang pencegahan korupsi sekaligus kerjasama pelatihan dengan Pemerintah Inggris," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief saat mendampingi Rob Fenn, Senin (11/2/2019).

 Baca juga: Kuasa Hukum Pemprov Papua Bantah Pegawai KPK Korban Penganiayaan Alami Retak Hidung

Menurut Syarief, pihaknya juga membahas hal-hal teknis terkait pencegahan korupsi dengan Inggris. Salah satunya, terkait beneficial owners, pengadaan barang dan jasa melalui sistem elektronik, serta korupsi di sektor private.

 KPK bertemu dengan Kedubes Inggris (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

"Jadi, topik utama kita adalah tentang beneficial owner, pemilik manfaat dari perusahaan. Kita bersyukur melihat legislasi UU Inggris, kita melihat peraturan Presiden tentang ini," katanya.

Dirinya menjelaskan, pemilik perusahaan baru didaftar di Indonesia harus jelas siapa pemilik utamanya. “Kalau dulu kan enggak ada dalam struktur perusahaan, tapi sebenarnya dikendalikan oleh orang itu," sambung Syarief.

 Baca juga: Soal Penyidik KPK Dianiaya, Polda Metro Periksa Sespri Gubernur Papua Hari Ini

Nantinya, lanjut Syarief, tim penyidik dan penyelidik lembaga antirasuah akan dikirim ke Inggris untuk pelatihan bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi di Inggris, Serious Fraud Office (SFO).

"Tentunya, tadi penyidik dan penyelidik KPK ingin belajar ke Inggris, khusunya tentang forensic accounting, atau hal lain yang kami anggap lebih advance di sana," terang Syarief.

Senada dengan Syarief, Rob Fenn mengungkapkan hal yang sama terkait fokus utama pembahasan beneficial owners. Rob Fenn mengaku Inggris merupakan negara pertama yang menerapkan sistem beneficial owners.

 Baca juga: Polisi Duga Pelaku Pengeroyokan Pegawai KPK dari Pemprov Papua

"Inggris merupakan negara pertama di dunia yang membentuk situs khusus untuk beneficial owners. Ini berarti para penjahat dan koruptor tidak dapat menyembunyikan hasil korupsi mereka di tempat terpencil," kata Rob Fenn.

Ditambahkan Rob Fenn, pihaknya terbuka untuk kerjasama dalam pelatihan anti korupsi. Kata Rob, tim penyidik dan penyelidik KPK akan mendatangi London bulan depan untuk pelatihan bersama pencegahan korupsi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini