nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Minta Pemprov Papua Kooperatif Penuhi Panggilan Polisi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 21:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 11 337 2016561 kpk-minta-pemprov-papua-kooperatif-penuhi-panggilan-polisi-vP6UP11zSh.jpg Juru Bicara KPK, Febri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penganiayaan dua pegawai lembaga antirasuah.

KPK juga meminta agar pihak Pemprov Papua tidak mengalihkan kasus dugaan penganiayaan dua pegawainya dengan isu lain. Hal itu ditegaskan KPK setelah sejumlah saksi dari Pemprov Papua yang dijadwalkan diperiksa pihak Kepolisian, pada hari ini, tidak hadir dan meminta penundaan.

"Kami harap, pihak-pihak yang dipanggil tidak perlu mengalihkan isu pada isu non hukum, karena apa yang dilakukan Penyidik Polda adalah respon sesuai KUHAP setelah ada laporan dan ditemukan bukti-bukti awal," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Baca Juga: Pegawai KPK Dikeroyok ketika Kepergok Pantau Rapat Pemprov Papua

KOrban

Febri mempersilakan jika pihak Pemprov Papua ingin mengajukan bukti-bukti terkait kondisi dua pegawai KPK pasca-adanya dugaan penganiayaan.‎ Namun yang terpenting, tekan Febri, pihaknya meminta agar pihak Pemprov Papua kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan.

"Akan lebih baik jika para saksi yang dipanggil bisa koperatif, bahkan jika ada bantahan-bantahan dapat disampaikan langsung pada Penyidik," terangnya.

Di sisi lain, sambung Febri, pegawai KPK yang menjadi korban penganiayaan saat menjalani tugasnya sudah diperiksa oleh pihak Kepolisian pada Minggu, 10 Februari 2019, kemarin. Pemeriksaan terhadap seorang pegawai KPK tersebut dilakukan di rumah sakit.

"Kemarin sore setelah Pukul 15.00, Penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya kembali melakukan pemeriksaan terhadap pegawai KPK yang menjadi korban di Rumah Sakit," katanya.

"Dari proses yang dilakukan, kami melihat penanganan perkara ini semakin terang, apalagi ketika Penyidik sudah mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi yang berada di Hotel Borobudur saat itu. Semoga dalam waktu tidak terlalu lama bisa ditemukan tersangkanya," imbuh Febri.

‎Febri menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan bukti kuat dugaan penganiayaan terhadap dua pegawainya. Bukti kuat tersebut yakni bukti medis seperti visum yang sudah diserahkan pihak RS ke penyidik Polda Metro Jaya.

"Apalagi terhadap korban juga sudah dilakukan tindakan operasi dan proses pemulihan setelah operasi tersebut. Justru, kami imbau agar pelaku pemukulan atau setidaknya yang merampas atau meminta tas dan barang-barang korban secara paksa agar mengakui perbuatannya," tegasnya.

KPK

Diberitakan sebelumnya, dua pegawai KPK yang sedang melakukan pengecekan laporan masyarakat terkait adanya tindak pidana korupsi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, dianiaya oleh sekelompok orang, pada Minggu, 4 Februari 2019.

Baca Juga: Sambangi KPK, Kedubes Inggris Bahas Pencegahan Korupsi Antarnegara

Dua pegawai KPK dianiaya hingga mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya. Padahal, dua pegawai KPK tersebut telah memperlihatkan identitasnya sebagai bagian dari lembaga antirasuah. Namun, dua pegawai tersebut tetap dianiaya.

Penganiayaan tersebut bertepatan dengan adanya rapat antara Pemprov Papua, DPRD Papua, dengan pihak Kemendagri terkait pembahasan hasil review terhadap RAPBD Papua tahun anggaran 2019.

Belum diketahui dengan pasti apakah ada kaitan penganiayaan tersebut dengan penyelidikan diduga terkait pertemuan antara Pemprov, DPRD Papua dengan Kemendagri.

Saat ini, ada satu pegawai KPK yang masih dirawat di Rumah Sakit setelah mengalami penganiayaan. KPK telah melaporkan kejadian penganiayaan tersebut ke pihak Kepolisian.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini