Dirinya mengatakan, keputusan tersebut dibuat karena melihat penderitaan puluhan tahun daerah-daerah selain Jawa, Madura dan Bali (Jamali) karena harga BBM. “Harga kita hanya Rp6.400, di sana kalau cuacanya buruk kadang kadang sampai Rp100 ribu," ujarnya.
Moeldoko menegaskan bahwa turunnya harga BBM itu bukan dikarenakan Pemilu 2019, melainkan karena memang Presiden Joko Widodo yang peduli dengan kondisi harga BBM yang terdapat di daerah-daerah perbatasan, sehingga terjadi pemerataan.
Baca juga: Survei CRC: Prabowo-Sandi Hanya Unggul di Pulau Sumatera
"Makanya sering presiden berseloroh di Jawa ini harga bensin dinaiki seribu demonya 3 bulan. Padahal teman-teman kita yang ada di perbatasan sana harga BBM 30 ribu puluhan tahun enggak ada yang peduli," ungkap Moeldoko.
Dirinya pun mengeluhkan di saat presiden peduli akan BBM, namun dikoreksi karena urusan pemilu. “Bukan (itu maksudnya), presiden bekerja untuk pemerataan ekonomi, pembangunan sosial, dan seterusnya. Jadi pandangan itu menurut saya perlu diarahi oleh orang di pedalaman," tegasnya.
(Fakhri Rezy)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.