nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Prasasti Pakoe Boewono X Jadi Alas Meja Kantor Damkar

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 19:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 12 512 2016987 heboh-prasasti-pakoe-boewono-x-jadi-alas-meja-kantor-damkar-eJU6RXgAHE.jpg Marmer Prasasti di Damkar Solo (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Sebuah prasasti sangat tua dari masa Pakoe Boewono X tak sengaja terungkap oleh salah satu staf Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo.

Padahal, prasasti kuno itu, selain sudah berada cukup lama di bangunan milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang kini telah direhab menjadi kantor Damkar, selama ini prasasti tersebut jadi alas penutup meja.

Salah satu staf Damkar Sarwanto mengatakan terungkapnya marmer yang ternyata adalah sebuah prasasti kuno peninggalan Paku Buwono X saat salah satu staf Damkar bernama Mathias Andri bermaksud akan memindahkan meja dari bangunan yang ada di belakang ke depan.

Karena takut marmer itu terjatuh saat meja diangkat, Mathias Andri pun mencopot marmer yang selama ini selalu terpasang di meja.

"Saat marmer diangkat sama Andri (panggilan Mathias Andri), dia terkejut saat menemukan ada tulisan bahasa Belanda tahun 1929 serta tulisan Pakoe Boewono X," kata Sarwanto pada Okezone, Selasa (12/2/2019).

Baca Juga: Lomba Unik di Jember, Namanya Karapan Marmut

Marmer

Menurut Sarwanto, meja tersebut ditempatkan oleh pihak DPU saat Damkar masih berada di bawah DPU. Karena Damkar saat ini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi di bawah DPU, maka meja itupun sengaja ditinggal oleh pihak DPU di kantor lama Damkar di alun-alun Utara.

"Sudah lama banget meja ini. Di sini saja, sudah ada 10 tahun, sebelumnya sudah ada di alun-alun Utara yang sekarang jadi pasar cinderamata. Meja itu punya DPU. Dulu itukan Damkar ikut DPU. Terus meja ini dibawa ke kantor DPU yang ada di pedaringan ini," ujar Sartono.

"Dan setelah Damkar pisah dengan DPU, dan gudang alat-alat berat milik DPU di rehab jadi kantor Damkar, meja ini ditinggal di sini. Dari pada tidak terpakai, makanya meja ini dibersihkan. Tidak tahunya ternyata sebuah prasasti," kata Sartono melanjutkan.

Marmer

Sartono sendiri belum tahu meja berukuran 1 meter x 1 meter diapakan. Yang pasti, setelah terungkap bila marmer yang selama ini jadi alas penutup meja itu adalah sebuah prasasti, untuk sementara meja itupun ditaruh di tempat aman.

"Belum tahu akan diapakan. Untuk sementara ditaruh di tempat yang aman saja dulu sambil menunggu instruksi pimpinan," kata Sartono.

Baca Juga: Heboh Bocah 'Disunat Jin' di Solo, Begini Penjelasan Dokter

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini