nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 13 Februari: Perjanjian Giyanti hingga Meletusnya Gunung Kelud

Witri Nasuha, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 08:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 337 2017171 peristiwa-13-februari-perjanjian-giyanti-hingga-meletusnya-gunung-kelud-IYVJR6cREy.jpg Kawah Gunung Kelud. (Foto: Wikipedia.org)

JAKARTA – Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 13 Februari. Sebut saja adanya Perjanjian Giyanti atau Babad Giyanti pada 1755 yang ditandatangani VOC, Surakarta, dan Yogyakarta kemudian memecah belah Kerajaan Mataram.

Lalu pada 2014, Gunung Kelud meletus dan mengeluarkan ratusan kubik material vulkanis. Suara letusannya sangat dahsyat sampai terdengar di Kota Kediri yang berjarak 45 km dari kuba lava.

Selain dua peristiwa itu, masih ada momen bersejarah lainnya. Berikut ini Okezone rangkum sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada 13 Februari, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, Rabu (13/2/2019).

1755 – Perjanjian Giyanti

Perjanjian atau Babad Giyanti merupakan sebuah syair dalam bentuk tembang puisi tradisional Jawa (Macapat) yang dikarang Yasadipura pada 13 Februari 1755. Isinya tentang sejarah pembagian Jawa.

Perjanjian ini merupakan kesepakatan antara VOC, pihak Kesultanan Mataram yang diwakili Sunan Pakubuwana III, dan kelompok Pangeran Mangkubumi. Secara de facto dan de jure, Babad Giyanti menandai berakhirnya Kesultanan Mataram yang sepenuhnya independen.

Berdasarkan perjanjian ini, wilayah Mataram dibagi menjadi dua. Daerah di sebelah timur yang melintasi Prambanan dikuasai pewaris takhta Mataram yaitu Sunan Pakubuwana III dan tetap berkedudukan di Surakarta.

Sementara daerah sebelah barat yang merupakan daerah Mataram diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi yang sekaligus diangkat menjadi Sultan Hamengkubuwana I dan berkedudukan di Yogyakarta.

Dalam perjanjian tersebut juga terdapat klausul, pihak VOC dapat menentukan siapa yang menguasai kedua wilayah itu jika diperlukan.

1920 – Didirikannya Negro National League

Pada 13 Februari 1920, Negro National League (NNL) didirikan dan dipimpin langsung oleh Rube Foster, pemilik sekaligus manajer Chicago American Giants. NNL adalah salah satu dari Liga Negro yang didirikan selama periode di Amerika Serikat di mana baseball dipisahkan secara terorganisasi.

Liga baru ini merupakan sirkuit baseball Afrika-Amerika pertama yang mencapai stabilitas dan bertahan lebih dari satu musim. Mulanya liga ini hanya beroperasi di kota-kota Midwestern, mulai dari Kansas hingga Pittsburgh. Pada 1924, liga ini berkembang ke selatan, yaitu Birmingham dan Memphis.

Perjanjian atau Babad Giyanti. (Foto: Wikipedia.org)

1946 – Hari Persatuan Farmasi Indonesia

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) dibentuk enam bulan setelah Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada 13 Februari 1946, di Hotel Merdeka Yogyakarta. PAFI adalah oragnisasi yang menghimpun tenaga ahli farmasi profesi asisten apoteker (AA) di Indonesia atau saat ini disebut tenaga teknis kefarmasian (TTK).

PAFI merupakan organisasi farmasi tertua di Indonesia. Bahkan, profesi asisten apoteker lebih dahulu muncul keberadaannya daripada profesi apotekernya sendiri. Hal itu dikarenakan pada masa pemerintahan Kolonial Belanda, hanya pendidikan asisten apoteker yang berjalan, bahkan rintisannya harus dididik langsung di Belanda.

2012 – Diluncurkannya Roket Vega

Roket Vega atau dalam bahasa Italia Vettore Europeo di Generazione Avanzata pertama kali diluncurkan pada 13 Februari 2012 dari Guaiana Space Center. Vega adalah sistem peluncuran yang digunakan oleh Arianespace dan dikembangkan bersama Badan Antariksa Italia serta Badan Antariksa Eropa.

Roket ini dirancang untuk meluncurkan muatan kecil, sekira 300 hingga 2.500 satelit untuk misi pengamatan ilmiah bumi ke orbat bumi yang rendah dan polar. Referensi misi Vega adalah orbit kutub yang membawa pesawat ruang angkasa dengan berta 1.500 kilogram ke ketinggian 700 kilometer.

2014 – Gunung Kelud Meletus

Aktivitas seismik pada awal Februari 2014 menyebabkan status Gunung Kelud di Provinsi Jawa Timur menjadi Waspada. Hingga akhirnya pada 13 Februari 2014, gunung tersebut meletus dan melontarkan material vulkanik sampai menutupi hampir seluruh Pulau Jawa.

Letusan Gunung Kelud pada 2014 dianggap lebih dahsyat daripada letusan tahun 1990. Peningkatan aktivitas gunung tersebut sudah dideteksi pada akhir 2013. Situasi sempat kembali tenang, tetapi sejak 2 Februari 2014, status Gunung Kelud menjadi Waspada.

Pada 10 Februari 2014, status Gunung Kelud dinaikkan menjadi Siaga. Lalu pada 13 Februari 2014, statusnya menjadi Awas atau Level IV, sehingga radius 10 km dari puncak harus dikosongkan.

Tepat pukul 22.50 WIB, Gunung Kelud mengeluarkan letusan eksplosif berupa aliran magma yang menyebabkan hujan krikil yang cukup lebat dirasakan masyarakat di wilayah Kecamatan Ngancar, Kediri, Jawa Timur, hingga Kota Pare, Kediri. Suara letusannya diketahui terdengar sampai Kota Surabaya, Solo, Yogyakarta, bahkan Purbalingga di Jawa Tengah.

Dampak letusan tersebut berupa abu vulkanis. Hujan abu ini melumpuhkan Jawa. Tujuh bandara di Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Cilacap, dan Bandung pun terpaksa ditutup. Kerusakan yang sinifikan berdampak pada manufaktur dan industri pertanian.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini