nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditemukan di Kantor Damkar, Prasasti Peninggalan Pakubuwono X Diminta Dikembalikan ke Keraton Surakarta

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 18:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 512 2017500 ditemukan-di-kantor-damkar-prasasti-peninggalan-pakubuwono-x-diminta-dikembalikan-ke-keraton-surakarta-J64pKCMW7f.jpg Marmer prasasti peninggalan Pakubuwono X dijadikan alas meja di Kantor Damkar Solo. (Foto : Bramantyo/Okezone)

SOLO – Juru Bicara Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Eddy Wirabhumi menyebut temuan lempengan prasasti berbahasa Belanda yang dipahat di atas batu marmer berbentuk segi empat berukuran 1x1,5 meter dan ketebalan 7 sentimeter dimungkinkan berasal dari lingkungan Keraton Surakarta.

Hal itu dikuatkan juga dengan isi ukiran di atas marmer yang bertuliskan kalimat dalam bahasa Belanda yakni "Deza ingang werd opgeridht in 1930 huldeblijk der Europee sche ingezetenen aan Z.H Pakoe Boewono X Soesoehoenan van Soerakarta bij Hoogstdezzelfs 64 sten verjaardag op 3 Januari 1929".

"Kemungkinan benda tersebut berasal dari Keraton Solo. Kemungkinan besar berasal dari area Keraton Surakarta, karena saat itu kantor Pemadam (Kebakaran) berada di Alun-Alun Utara," kata Eddy Wirabumi, Rabu (13/2/2019).

Juru Bicara Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Eddy Wirabhumi. (Foto : Bramantyo)

Disampaikan juga sebelum digunakan sebagai kantor pemadam, lokasi tersebut yang berada di alun-alun utara merupakan semacam kantor PU-nya Keraton. Setelah pindah kantor, sangat mungkin lempengan prasasti peninggalan Pakubuwono X itu terbawa ke sana.

"Yang bertanggung jawab terkait proses-proses perbaikan yang ada di Keraton Surakarta. Di sana kan lagi wae (pos pemadam Pedaringan). Nek nonton tahunnya enggak mungkin dari sana, pasti dari sini (Keraton)," ucapnya.

Marmer Prasasti di Solo

Menurut Wirabumi, memang ada baiknya barang tersebut dikembalikan ke pihak Keraton. Selain dikembalikan, perlu juga dilakukan penelusuran bersama-sama dengan berbagai pihak dengan melibatkan pemerhati dan cagar budaya. Informasinya, prasasti yang ditemukan ini biasanya digunakan sebagai penanda batas wilayah.

(Baca Juga : Heboh Prasasti Pakoe Boewono X Jadi Alas Meja Kantor Damkar)

"Kita (Keraton Surakarta) sharing sama-sama untuk mencari tahu prasasti tersebut," tuturnya.

Dengan begitu, menurutnya, semuanya diharapkan bisa menjadi jelas. Tidak hanya dikembalikan lagi pada Keraton Surakarta, tapi perlu juga tidak dicari asal-muasal prasasti tersebut untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada masyarakat di generasi mendatang.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini